-
Trump menegaskan dugaan bocoran intelijen Rusia ke Iran tidak memengaruhi kekuatan militer AS.
-
Stok amunisi persenjataan canggih AS mulai terkuras akibat eskalasi konflik yang terus berlanjut.
-
Iran menolak tegas negosiasi damai dan tidak mengizinkan AS menentukan arah perselisihan.
Suara.com - Donald Trump mengecilkan kekhawatiran terkait dugaan keterlibatan Rusia dalam membagikan data intelijen pangkalan militer Amerika Serikat kepada pihak Iran.
Presiden AS tersebut menilai potensi kebocoran informasi geopolitik itu sama sekali tidak melumpuhkan kekuatan operasi tempur negaranya di lapangan.
Eskalasi militer yang terus dilancarkan pasukan Amerika Serikat diklaim berhasil meredam dampak dari potensi kerja sama intelijen Moscow dan Teheran tersebut.
Meski Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melayangkan tuduhan serius, Washington meyakini pertukaran data strategis itu tidak terjadi dalam skala masif.
"Jadi mereka mungkin memberi, tetapi jika ya, itu tidak berhasil," kata Trump kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada hari Senin waktu Amerika atau Selasa WIB.
"saya tidak berpikir mereka telah melakukannya. Tentu saja tidak di tingkat tinggi," ujar Trump merespons tuduhan keterlibatan pihak Rusia, dikutip dari AP.
Di sisi lain, gempuran militer yang berlangsung secara berkelanjutan mulai menekan ketersediaan stok amunisi canggih milik militer Amerika Serikat.
Trump mengakui kebutuhan pasokan senjata canggih makin mendesak, meski armada tempurnya diklaim masih memiliki persediaan yang mencukupi.
"Hal itu belum membawa banyak dampak karena kami menghancurkan mereka habis-habisan," tegas Trump mengenai ketangguhan posisi militer pasukannya.
Baca Juga: Sempat Berhenti 2 Hari, Donald Trump Ancam Serang Iran Lagi
Sementara itu, ketegangan diplomatik semakin memuncak setelah Teheran secara tegas menutup pintu dialog damai secara langsung dengan pihak Washington.
Otoritas Iran menolak keras segala bentuk intimidasi maupun upaya penentuan jadwal gencatan senjata yang mencoba didiktekan oleh pemerintah Amerika Serikat.
Pernyataan resmi tersebut sekaligus membantah klaim jeda serangan udara yang sebelumnya disebut-sebut bakal membuka ruang bagi negosiasi diplomatik.
"Teheran tidak akan pernah membiarkan Amerika Serikat menentukan waktu perang dan perdamaian," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers yang ditayangkan televisi.
"Tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat saat ini," tambah Baghaei menegaskan posisi geopolitik negaranya.
Penegasan Teheran ini menandai kebuntuan total upaya diplomasi di tengah bayang-bayang krisis logistik persenjataan dan campur tangan kekuatan global.
Latar belakang ketegangan ini berakar dari perseteruan panjang antara Washington dan Teheran yang melibatkan dinamika kekuatan besar dunia seperti Rusia.
Dugaan pembagian data lokasi pangkalan militer AS menjadi sorotan internasional di tengah upaya AS menjaga dominasi militer dan kestabilan pasokan senjatanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
Terkini
-
17 Agustus 2026 Jatuh Pada Hari Apa? Cek Kalender Lengkapnya
-
Intelijen Rusia Disinyalir Bantu Iran Hancurkan Pangkalan Militer AS Tanpa Menyentuh
-
Aturan Label Gizi Baru BPOM Dikritik, FAKTA Indonesia Sebut Ada Standar Ganda
-
Gawat! Tayangan Video Porno Muncul di Videotron Bikin Geger Warga Melawi
-
Ribuan Chat Claude Bocor di Google dan Bing, Begini Cara Mengatasinya
-
Statistik Gacor Dony Tri Pamungkas Bikin John Herdman Kasih Pujian Setinggi Langit
-
Penjualan Bersih UNVR Naik 7,1% pada Semester I 2026
-
Jepang Harus Belajar dari Indonesia? 4 Hal Ini Buktikan Transportasi Jakarta Lebih "Sat-Set"
-
Bentrokan Matraman Jangan Dibawa ke Isu SARA, Pramono Anung: Jakarta Kota Terbuka!
-
Kejutkan Publik! Penulis Jepang Keigo Higashino Meninggal Dunia di Usia 68