News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 10:59 WIB
Potret Barron Trump, putra Donald Trump. (YouTube/ABC News)
Baca 10 detik
  • Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memanas akibat kemunculan video propaganda yang berisi ancaman pembunuhan terhadap Melania Trump dan Barron Trump.
  • Video provokatif tersebut menampilkan aktivitas Melania di New York serta menyusun skenario serangan menggunakan zat berbahaya pada barang pribadinya.
  • Gedung Putih dan properti keluarga Trump kini berada di bawah pengamanan ketat berlapis di tengah konflik yang masih berlangsung antara kedua negara.

Suara.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah muncul video propaganda yang menargetkan keluarga Presiden Donald Trump.

Video tersebut secara eksplisit mengancam Ibu Negara Melania Trump.

Tak hanya Melania, anak kelima Donald Trump, Barron Trump juga jadi target pembunuhan dalam video tersebut.

Dalam rekaman yang beredar, terdapat narasi provokatif berjudul How to Kill Melania Trump.

Video itu menampilkan aktivitas Melania di sejumlah lokasi di New York, termasuk tempat-tempat yang sering ia kunjungi.

Konten tersebut bahkan menyarankan skenario serangan, termasuk penggunaan zat berbahaya pada barang pribadi.

Hasil bidik layar video yang berisi penjelasan plot rencana pembunuhan terhadap Ibu Negara AS Melania Trump.

Ancaman juga ditujukan kepada Barron Trump dengan pesan, 

Ini baru permulaan. Barron Trump, tunggu kami.

Pihak Gedung Putih dan Secret Service belum memberikan tanggapan resmi terkait video tersebut.

Baca Juga: Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat

Namun, seluruh anggota keluarga Trump diketahui berada di bawah pengamanan ketat.

Sejumlah properti milik keluarga Trump dikutip dari NY Post, seperti Gedung Putih, Trump Tower di New York, hingga Mar-a-Lago di Florida, dijaga dengan sistem keamanan berlapis.

Pengamanan ini semakin diperketat sejak konflik dengan Iran meningkat.

Ancaman terhadap keluarga Trump bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, sejumlah papan reklame di Teheran juga menyerukan serangan terhadap Presiden Trump dan keluarganya dengan slogan blood for blood.

Situasi ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran.

Load More