- Paresh Bhai asal Gujarat merakit mobil listrik mini berbiaya terjangkau selama setahun lebih.
- Kendaraan berdimensi kecil ini dirancang untuk dua penumpang dan dilengkapi panel surya di atap.
- Mobil seharga Rp39 juta tersebut mampu menempuh jarak 90 kilometer dengan kecepatan maksimal 35 km/jam.
Suara.com - Inovasi unik datang dari India, ketika seorang pria berhasil merakit mobil listrik mini dengan biaya yang sangat terjangkau.
Kendaraan tersebut bahkan disebut hanya sedikit lebih besar dari sepeda motor Honda SH.
Pria bernama Paresh Bhai asal Rajkot, Gujarat, menciptakan mobil ini dari nol.
Ia menghabiskan lebih dari satu tahun untuk merancang, mencari komponen, hingga merakit kendaraan tersebut di rumahnya.
Ide ini muncul dari keresahan terhadap kemacetan, mahalnya harga mobil, dan biaya bahan bakar yang terus meningkat.
Ia ingin memiliki kendaraan kecil yang praktis untuk digunakan di jalanan kota yang padat.
“Tujuan saya adalah membuat kendaraan yang mudah dikendarai di kota dan gampang parkir di mana saja,” ujar Paresh Bhai dinukil dari Tuoitre
Mobil listrik ini memiliki dimensi 2,13 meter panjang, 1,07 meter lebar, dan 1,22 meter tinggi.
Ukurannya hanya sedikit lebih besar dibanding Honda SH, namun tetap mampu menampung dua penumpang.
Baca Juga: Industri Otomotif Thailand Terancam Kolaps Akibat Serbuan Mobil Listrik China
Desainnya sederhana berbentuk kotak dengan konfigurasi kursi depan-belakang seperti sepeda motor.
Hal ini dilakukan untuk menghemat ruang karena lebar kendaraan yang terbatas.
Untuk menekan biaya, Paresh memanfaatkan velg dari motor TVS Luna dan menggabungkannya dengan motor listrik berdaya 1,5 kW.
Ia juga menggunakan baterai berkapasitas kecil yang cukup untuk kebutuhan harian.
Keunggulan utama mobil ini terletak pada panel surya yang terpasang di bagian atap.
Panel tersebut membantu mengisi daya baterai saat kendaraan diparkir di bawah sinar matahari.
Berita Terkait
-
Industri Otomotif Thailand Terancam Kolaps Akibat Serbuan Mobil Listrik China
-
Insentif Kendaraan Listrik Bakal Diprioritaskan untuk Produk Nasional
-
Bahaya Suspensi Ambles Saat Melaju Puluhan Ribu Xpeng X9 Kena Recall
-
Ternyata Banyak Pemilik Mobil Listrik Ogah Kembali ke Mobil Bensin, Ini Alasannya...
-
Samsung Hadirkan Game Changer lewat Galaxy Z Fold8, Ini Harga dan Spesifikasinya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas