News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB
Emmanuel Macron. [shutterstock]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hutan ekstrem melahap wilayah Prancis dan Spanyol hingga memaksa 330.000 orang mengungsi.

  • Presiden Emmanuel Macron menyebut bencana kebakaran hutan ini sebagai yang terburuk sejak Perang Dunia II.

  • Gelombang panas ekstrem memicu kebakaran hebat yang memperparah krisis iklim di kawasan Eropa Selatan.

“Tidak diragukan lagi, hari esok akan lebih rumit dari hari ini,” lanjut Macron mengingatkan bahaya susulan.

Kondisi serupa dialami Spanyol yang mencatatkan rekor kebakaran hutan terbesar sepanjang sejarah negara tersebut.

Lebih dari 330.000 warga di Prancis dan Spanyol terpaksa mengungsi akibat kobaran api yang tak terkendali.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menegaskan bahwa bencana ini merupakan dampak langsung dari darurat iklim global.

"Apa yang kita alami bukanlah serangkaian insiden yang terpisah. Ini adalah konsekuensi dari darurat iklim yang membuat kebakaran hutan semakin ganas dan gelombang panas semakin sering terjadi," tegas Sánchez.

Kebakaran di wilayah Ávila Spanyol telah menghanguskan lahan seluas 500 kilometer persegi.

Warga lokal merasa marah dan tidak berdaya menyaksikan rumah serta lingkungan mereka hancur terbakar.

“Lihat bagaimana lembahnya terbakar. Lihat rumah-rumahnya, orang-orangnya,” ungkap David Gonzalez seorang tukang kebun setempat.

“Kami merasakan banyak kemarahan dan ketidakberdayaan. Ini sesuatu yang tidak manusiawi,” tambah Gonzalez dengan penuh emosi.

Baca Juga: Inggris Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Spanyol Buntut Darurat Nasional Kebakaran Hutan

Suhu udara di Spanyol diproyeksikan melonjak melebihi 40 derajat Celsius pada pekan ini.

Sementara itu, wilayah Puglia di Italia selatan juga diserang kebakaran hutan yang memaksa ratusan wisatawan dievakuasi lewat jalur laut.

Bencana kebakaran hutan hebat yang melanda negara-negara Eropa Selatan seperti Prancis, Spanyol, dan Italia dipicu oleh gelombang panas ekstrem yang datang lebih awal dan berulang kali sepanjang tahun.

Hutan serta semak belukar yang mengering akibat kekeringan panjang mengubah kawasan vegetasi menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar.

Fenomena iklim yang kian ganas ini membuktikan intensifikasi krisis iklim global yang memerlukan penanganan darurat dan aksi nyata antarnegara secara masif.

Load More