News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 13:58 WIB
Emmanuel Macron. [shutterstock]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hutan ekstrem melahap wilayah Prancis dan Spanyol hingga memaksa 330.000 orang mengungsi.

  • Presiden Emmanuel Macron menyebut bencana kebakaran hutan ini sebagai yang terburuk sejak Perang Dunia II.

  • Gelombang panas ekstrem memicu kebakaran hebat yang memperparah krisis iklim di kawasan Eropa Selatan.

Suara.com - Kebakaran hutan dahsyat melahap wilayah barat daya Prancis dan meluas hingga 4 kali luas Kota Paris.

Krisis kebakaran terburuk sejak Perang Dunia II ini telah memaksa lebih dari 220.000 warga meninggalkan rumah mereka.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak seluruh tim pemadam kebakaran untuk tetap bertahan di tengah situasi yang makin kritis.

Presiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) didampingi Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin (keempat kanan) berswafoto bersama pelajar setibanya di UNJ, Jakarta, Rabu (28/5/2025). [ANTARA FOTO/Fauzan/rwa]

“Kita menghadapi kebakaran yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Macron saat meninjau pusat koordinasi pemadaman kebakaran dikutip dari Anadolu, Selasa (28/7/2026).

Ancaman kobaran api kini mengintai Kota Bordeaux yang dikenal sebagai pusat industri anggur terkemuka.

Pasukan pemadam berusaha keras menahan laju api sebelum suhu udara melonjak tinggi pada pekan ini.

Petugas pemadam kebakaran bertaruh dengan waktu di tengah ancaman gelombang panas susulan.

Macron memperingatkan bahwa pertempuran melawan si jago merah akan berlangsung lama dan sangat berat.

“Minggu-minggu ke depan akan sulit. Kita harus tetap teguh,” tegas Macron kepada para petugas di lapangan.

Baca Juga: Inggris Keluarkan Peringatan Perjalanan ke Spanyol Buntut Darurat Nasional Kebakaran Hutan

Pemerintah daerah Gironde melarang aktivitas liburan musim panas demi mengantisipasi jatuhnya korban jiwa.

Alat berat dikerahkan untuk memotong area hutan guna memutus jalur penyebaran api.

Para petani lokal turut membantu menyediakan pasokan air menggunakan tangki pribadi mereka.

Kebakaran yang sangat ganas ini menghasilkan badai listrik yang memicu titik api baru di berbagai tempat.

Petugas pemadam berhasil menahan laju api sekitar 15 kilometer dari pinggiran Kota Bordeaux.

“24 jam terakhir berjalan dengan baik, berkat kerja Anda,” ujar Macron menyampaikan apresiasinya.

Load More