- Pemerintah menunjuk Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Bank Indonesia Sementara mulai 26 Juli 2026.
- Ekonom senior Burhanuddin Abdullah muncul dalam spekulasi calon Gubernur Bank Indonesia yang baru.
- Burhanuddin Abdullah pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia periode 2003 hingga 2008 dan mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Suara.com - Nama Burhanuddin Abdullah kembali menjadi perbincangan publik di tengah proses pencarian calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru. Hingga saat ini, pemerintah belum mengumumkan nama resmi yang akan diajukan kepada DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai Gubernur BI.
Sebelumnya, pemerintah menunjuk Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Bank Indonesia Sementara mulai 26 Juli 2026 setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatannya.
Penunjukan tersebut dilakukan sesuai Pasal 48 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2026. Destry akan memimpin BI hingga Presiden mengajukan calon Gubernur BI kepada DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI.
Berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), Presiden dapat mengusulkan paling banyak tiga nama calon Gubernur Bank Indonesia. Meski daftar resmi belum diumumkan, salah satu nama yang ramai disebut dalam berbagai spekulasi adalah Burhanuddin Abdullah.
Lantas, siapa Burhanuddin Abdullah?
Profil Burhanuddin Abdullah
Burhanuddin Abdullah merupakan ekonom senior Indonesia yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2003–2008. Ia lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1947.
Meski menempuh pendidikan sarjana di bidang pertanian, Burhanuddin kemudian mendalami ilmu ekonomi hingga meraih gelar Master of Arts (MA) bidang Ekonomi dari Michigan State University, Amerika Serikat. Latar belakang akademiknya tersebut menjadi bekal dalam perjalanan panjangnya di bidang kebijakan moneter dan ekonomi nasional.
Perjalanan Karier
Baca Juga: Independensi Bank Sentral Diuji: Kenapa Pengunduran Diri Gubernur BI Bikin Investor Cemas?
Karier Burhanuddin Abdullah sebagian besar dihabiskan di Bank Indonesia. Ia bergabung sebagai staf BI pada akhir 1970-an dan menduduki berbagai posisi strategis sebelum dipercaya menjadi Deputi Gubernur.
Pada 17 Mei 2003, ia dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia menggantikan Syahril Sabirin. Selama memimpin bank sentral, Burhanuddin berperan dalam menjaga stabilitas moneter Indonesia di masa pemulihan ekonomi pascakrisis.
Sebelum menjadi Gubernur BI, ia juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid pada 2001. Selain itu, ia pernah menjadi Assistant Executive Director di International Monetary Fund (IMF) yang mewakili sejumlah negara Asia Tenggara.
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Gubernur BI, Burhanuddin tetap aktif di berbagai bidang. Pada 2024, ia dipercaya menjadi Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen PT PLN (Persero).
Burhanuddin Abdullah juga merupakan Ketua Dewan Pakar dalam Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024 lalu.
Pernah Terjerat Kasus Korupsi
Berita Terkait
-
Kenapa Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI?
-
Independensi Bank Sentral Diuji: Kenapa Pengunduran Diri Gubernur BI Bikin Investor Cemas?
-
Perry Warjiyo Berpotensi Dipanggil KPK Usai Mundur dari Gubernur BI, Ini Kasusnya
-
Siapa Teuku Jusuf Muda Dalam, Satu-satunya Pejabat dan Gubernur BI yang Dihukum Matii
-
Perry Warjiyo Mundur: Jangan Sampai Bos Baru BI Mudah Disetir Politisi!
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim