- Kim Ju Ae hadir pertama kali mendampingi Kim Jong Un memperingati gencatan senjata Perang Korea.
- Intelijen Korea Selatan menilai kemunculan rutin Kim Ju Ae memperkuat statusnya sebagai calon suksesor.
- Kim Jong Un juga mendatangi makam prajurit Tiongkok mempererat hubungan diplomasi dengan Beijing.
Suara.com - Kim Ju Ae tampil perdana mendampingi sang ayah, Kim Jong Un, dalam peringatan 73 tahun gencatan senjata Perang Korea.
Kemunculan sang putri di barisan utama upacara resmi ini makin mempertegas posisinya sebagai calon penerus takhta Pyongyang.
Kehadiran sosok muda tersebut memberikan sinyal kuat mengenai masa depan kepemimpinan Korea Utara di tengah peringatan bersejarah bangsa.
Momen langka ini terekam saat Kim Jong Un mengunjungi sejumlah makam pahlawan dan memberikan penghormatan kepada veteran perang.
KCNA melaporkan pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut meletakkan karangan bunga sembari mengagungkan pencapaian Perang Korea 1950-1953 sebagai "kemenangan besar".
Ju Ae berjalan tepat di samping ayahnya dan berdiri tegak di tengah jajaran pejabat tinggi negara.
Gadis muda itu juga menyapa para veteran perang gaek yang hadir dalam seremoni kehormatan tersebut.
Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengonfirmasi bahwa ini merupakan kunjungan perdana Ju Ae ke pemakaman para martir perang tersebut.
Lembaga Intelijen Nasional Korea Selatan meyakini Ju Ae telah disiapkan secara khusus sebagai penerus kepemimpinan Korea Utara.
Baca Juga: Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!
Penilaian intelijen tersebut didasari oleh serangkaian data tepercaya serta kemunculan intensif sang putri di media pemerintah.
Sebelumnya, media resmi Korea Utara memublikasikan foto Ju Ae saat mengendarai tank model terbaru pada Maret lalu.
Foto-foto terdahulu juga memperlihatkan keberaniannya memegang pistol serta menembak menggunakan senapan di arena latihan.
Selain menghormati pejuang domestik, Kim Jong Un menyempatkan diri mendatangi Pemakaman Prajurit Relawan Tiongkok.
Ia secara khusus memberikan penghormatan di atas pusara Mao Anying, putra dari pemimpin legendaris Tiongkok Mao Zedong.
Ziarah khusus ini menjadi simbol makin hangatnya hubungan diplomasi serta persekutuan strategis antara Pyongyang dan Beijing.
Perang Korea yang bergejolak pada kurun waktu 1950 hingga 1953 membelah semenanjung tersebut menjadi dua kekuatan politik yang bertolak belakang.
Pertempuran bersenjata dahsyat puluhan tahun silam tersebut dihentikan melalui kesepakatan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian abadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Chemistry Keisya Levronka dan Paul Aro Warnai Film 'Dan Bandung', Bakal Berperan Jadi Siapa?
-
Datang ke Kuburan, Anak Gadis Kim Jong Un Langsung Cetak Sejarah Ini
-
Jakarta Tak Boleh Hanya Jadi Pengguna AI, Harus Cetak Inovator Masa Depan
-
Orang Kurus Juga Bisa Kena Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung, Dokter Ungkap Penyebabnya
-
Viral Video Tak Senonoh Tayang di Videotron Pemkab Melawi, Begini Dugaan Penyebabnya
-
Bukan Putih Mencolok, Putri Indonesia Agnes Rahajeng Tunjukkan Tren Veneer Natural Kian Digemari
-
Pembangunan Pesat PIK Bayangi Upaya Selamatkan Mangrove Pesisir Jakarta
-
Special Clip 'Dan Bandung': Romansa Basil-Elma dan Syahdunya Kota Kembang
-
Usai Pesta Miras, Pemuda 19 Tahun di Cilincing Tewas dengan Tangan Putus Akibat Tawuran
-
Usai Pesta Miras, Remaja 19 Tahun Tewas dalam Tawuran di Cilincing