News / Internasional
Selasa, 28 Juli 2026 | 15:55 WIB
Kim Ju Ae bersama Kim Jong Un (Kantor Berita Korut)
Baca 10 detik
  • Kim Ju Ae hadir pertama kali mendampingi Kim Jong Un memperingati gencatan senjata Perang Korea.
  • Intelijen Korea Selatan menilai kemunculan rutin Kim Ju Ae memperkuat statusnya sebagai calon suksesor.
  • Kim Jong Un juga mendatangi makam prajurit Tiongkok mempererat hubungan diplomasi dengan Beijing.

Suara.com - Kim Ju Ae tampil perdana mendampingi sang ayah, Kim Jong Un, dalam peringatan 73 tahun gencatan senjata Perang Korea.

Kemunculan sang putri di barisan utama upacara resmi ini makin mempertegas posisinya sebagai calon penerus takhta Pyongyang.

Kehadiran sosok muda tersebut memberikan sinyal kuat mengenai masa depan kepemimpinan Korea Utara di tengah peringatan bersejarah bangsa.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (KCNA/ Reuters)

Momen langka ini terekam saat Kim Jong Un mengunjungi sejumlah makam pahlawan dan memberikan penghormatan kepada veteran perang.

KCNA melaporkan pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut meletakkan karangan bunga sembari mengagungkan pencapaian Perang Korea 1950-1953 sebagai "kemenangan besar".

Ju Ae berjalan tepat di samping ayahnya dan berdiri tegak di tengah jajaran pejabat tinggi negara.

Gadis muda itu juga menyapa para veteran perang gaek yang hadir dalam seremoni kehormatan tersebut.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan mengonfirmasi bahwa ini merupakan kunjungan perdana Ju Ae ke pemakaman para martir perang tersebut.

Lembaga Intelijen Nasional Korea Selatan meyakini Ju Ae telah disiapkan secara khusus sebagai penerus kepemimpinan Korea Utara.

Baca Juga: Kim Jong Un Ketar-ketir Tahu Kapal Selam Nuklir Korea Selatan: Korut Harus Tambah Senjata!

Penilaian intelijen tersebut didasari oleh serangkaian data tepercaya serta kemunculan intensif sang putri di media pemerintah.

Sebelumnya, media resmi Korea Utara memublikasikan foto Ju Ae saat mengendarai tank model terbaru pada Maret lalu.

Foto-foto terdahulu juga memperlihatkan keberaniannya memegang pistol serta menembak menggunakan senapan di arena latihan.

Selain menghormati pejuang domestik, Kim Jong Un menyempatkan diri mendatangi Pemakaman Prajurit Relawan Tiongkok.

Ia secara khusus memberikan penghormatan di atas pusara Mao Anying, putra dari pemimpin legendaris Tiongkok Mao Zedong.

Ziarah khusus ini menjadi simbol makin hangatnya hubungan diplomasi serta persekutuan strategis antara Pyongyang dan Beijing.

Perang Korea yang bergejolak pada kurun waktu 1950 hingga 1953 membelah semenanjung tersebut menjadi dua kekuatan politik yang bertolak belakang.

Pertempuran bersenjata dahsyat puluhan tahun silam tersebut dihentikan melalui kesepakatan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian abadi.

Load More