-
Kim Jong Un mengecam kebangkitan militer Jepang sebagai ancaman nyata bagi komunitas internasional.
-
Korea Utara mempercepat pengembangan senjata nuklir untuk merespons latihan militer Amerika Serikat.
-
Pyongyang menetapkan Korea Selatan sebagai musuh paling berbahaya dalam doktrin pertahanan terbaru mereka.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un secara radikal mempercepat pengembangan persenjataan nuklir negaranya demi merespons kebangkitan militer Jepang. Langkah strategis ini diambil setelah Pyongyang mendeteksi pergeseran postur pertahanan Tokyo yang dinilai kian agresif di kawasan Asia.
Kebijakan taktis tersebut disampaikan langsung oleh Kim dalam rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh Korea yang berlangsung selama 3 hari. Pyongyang kini menempatkan modernisasi militer Jepang sebagai ancaman nyata yang wajib diantisipasi dengan kekuatan penuh.
Eskalasi ketegangan ini memicu kekhawatiran baru di Asia Timur karena melibatkan perimbangan kekuatan atom penentu geopolitik. Melalui kantor berita resmi KCNA, tuduhan serius dilemparkan kepada Tokyo yang dianggap sengaja memanfaatkan situasi konflik global.
Kim Jong Un menegaskan bahwa status Jepang sebagai entitas pascaperang kini telah bergeser menjadi kekuatan yang siap bertempur. Konteks perubahan ini dinilai merusak stabilitas keamanan internasional yang sudah lama terjaga.
Dalam pidato penutupnya, sang pemimpin secara spesifik mengkritik ambisi militer tetangganya tersebut.
"Jepang, negara yang kalah perang di Asia, secara terang-terangan telah mengubah dirinya menjadi negara perang dengan memanfaatkan situasi yang mengganggu saat ini sebagai peluang untuk melepaskan semua belenggu yang membatasi langkahnya untuk menjadi kekuatan militer," ujar Kim Jong Un seperti dikutip dari laporan KCNA.
Kecaman keras ini menandai pertama kalinya dalam sejarah kepemimpinan Kim yang secara eksplisit menyoroti bangkitnya militerisme Tokyo. Manuver tersebut dipandang sebagai pembenaran atas program pengayaan hulu ledak yang terus mereka lakukan.
"Hal ini mengundang reaksi keras dan kekhawatiran serius dari komunitas internasional," tambah sang pemimpin dalam forum tertinggi partai berkuasa tersebut.
Sentimen anti-militerisme ini juga sejalan dengan sikap geopolitik Beijing yang menjadi sekutu utama dari pihak Pyongyang. Saat mengunjungi Korea Utara, Presiden China Xi Jinping sempat menyatakan penolakan serupa terhadap upaya membangkitkan fasisme militer.
Baca Juga: Pemain Bongkar Borok PSSI-nya Tunisia Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Selain menyasar Tokyo, Kim turut mengecam Washington dan Seoul karena terus memprovokasi wilayah semenanjung. Aktivitas mata-mata dan latihan tempur bersama dinilai menjadi pemicu utama perlombaan senjata.
Keterlibatan Amerika Serikat dianggap memperkeruh perimeter pertahanan nasional melalui negara sekutu di lingkaran terdekat.
"Praktik AS yang sembrono dan sewenang-wenang telah berdampak berbahaya pada kekuatan satelitnya," tegas Kim merujuk pada pergerakan militer Korea Selatan dan Jepang.
Pyongyang mengklaim semua keputusan taktis untuk memperkuat perimeter pertahanan dalam beberapa tahun terakhir merupakan langkah yang sah. Kebijakan mandiri tersebut diambil demi menjaga kedaulatan dari ancaman invasi asing.
"Realitas tersebut membuktikan sekali lagi kebenaran dari semua pilihan politik kami dan jalur yang kami ikuti." kata Kim di hadapan para pejabat tinggi partai.
Komitmen itu diwujudkan melalui rencana inovatif berbasis teknologi nuklir yang akan dieksekusi secara masif dalam waktu dekat. Target utamanya adalah melampaui kemampuan pertahanan global demi mengamankan posisi tawar negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi