News / Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 07:24 WIB
Ledakan hebat terjadi di pusat perbelanjaan AEON di Prefektur Kumamoto, Jepang, menewaskan dua orang perempuan. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Ledakan akibat kebocoran gas di mal AEON Jepang menewaskan dua orang perempuan pada 29 Juli.
  • Pasukan Bela Diri Jepang mengerahkan ribuan personel untuk melakukan evakuasi korban yang masih terjebak.
  • Pemerintah setempat bersama tim penyelamat masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dan mengamankan lokasi kejadian.

Suara.com - Ledakan hebat terjadi di pusat perbelanjaan AEON di Prefektur Kumamoto, Jepang, menewaskan dua orang perempuan.

Insiden ini terjadi sehari setelah wilayah tersebut diguncang gempa bumi berkekuatan 7,1 magnitudo.

Pemerintah setempat pada 29 Juli mengonfirmasi korban tewas dan satu orang lainnya ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Ledakan diduga kuat dipicu oleh kebocoran gas pascagempa.

Menurut laporan otoritas, sekitar 200 orang berhasil dievakuasi sebelum ledakan terjadi.

Namun, kekhawatiran masih tinggi karena diduga masih ada korban yang terjebak di dalam gedung.

Kondisi bangunan dilaporkan mengalami kerusakan parah, terutama di lantai dua yang runtuh akibat ledakan.

Seorang sumber menyebut masih ada orang di dalam pusat perbelanjaan yang menunggu proses penyelamatan.

Sebelumnya, pemerintah daerah juga menyatakan terdapat sekitar 10 orang yang belum teridentifikasi keberadaannya di lokasi kejadian.

Baca Juga: BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Proses pencarian dan evakuasi terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Pasukan Bela Diri Jepang turut dikerahkan untuk mempercepat operasi evakuasi.

Menteri Pertahanan Jepang, Koizumi Shinjiro, mengatakan sekitar 3.600 personel telah diterjunkan ke wilayah terdampak gempa.

Hingga kini, otoritas masih menyelidiki penyebab pasti ledakan.

Fokus utama tetap pada penyelamatan korban dan memastikan keamanan area sekitar lokasi kejadian.

Load More