- Center for Indonesian Policy Studies meminta Presiden Prabowo Subianto tidak mendirikan Universitas Republik Indonesia di Jakarta pada 29 Juli 2026.
- Lembaga baru tersebut dinilai berpotensi memperumit koordinasi kebijakan serta menambah fragmentasi tata kelola pendidikan nasional yang sudah melibatkan banyak instansi.
- Pemerintah didorong untuk memprioritaskan penguatan kapasitas serta peningkatan kualitas 4.303 perguruan tinggi aktif yang sudah beroperasi di Indonesia.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto diminta tidak perlu membangun lembaga baru seperti Universitas Republik Indonesia dalam perbaikan pendidikan.
Sebab tantangan pendidikan tinggi saat ini dinilai bukan semata menghadirkan institusi baru.
Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengingatkan pemerintah justru harusnya memprioritaskan penguatan sekolah dan perguruan tinggi yang saat ini telah beroperasi agar mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab kebutuhan dunia kerja.
"Saat ini kita melihat semakin banyak inisiatif pendidikan yang lahir melalui pembentukan program atau institusi baru di tingkat pusat," kata Peneliti dan Analis Kebijakan Senior CIPS Jimmy Daniel Berlianto di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
"Padahal, perbaikan kualitas pendidikan seharusnya juga dilakukan dengan memperkuat kapasitas institusi yang sudah ada dan memberikan ruang bagi mereka untuk berinovasi," katanya menambahkan.
Menurutnya, pembentukan URI berpotensi menambah fragmentasi tata kelola pendidikan yang dalam beberapa tahun terakhir semakin terlihat melalui lahirnya berbagai program dan lembaga baru.
Pendekatan itu disebut berpotensi membuat tata kelola pendidikan semakin terfragmentasi atau terpecah-pecah.
Kendati sebenarnya, Jimmy juga melihat kalau persoalan fragmentasi tata kelola pendidikan di Indonesia juga bukan fenomena baru.
Ia menyebutkan bahwa selama ini sistem pendidikan di Indonesia telah melibatkan banyak kementerian dan lembaga dengan fungsi pendidikan masing-masing.
Baca Juga: Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana
Karena itu, kehadiran institusi baru tanpa integrasi yang jelas justru berisiko memperumit koordinasi kebijakan.
Dalam kasus URI, lanjutnya, pemerintah merancang skema yang menghubungkan pendidikan menengah, pendidikan tinggi, hingga pengembangan kepemimpinan dan penempatan lulusan.
Namun, sejumlah aspek mendasar, mulai dari dasar hukum pendirian, hubungan kelembagaan dengan institusi lain, hingga mekanisme tata kelolanya dinilai masih belum jelas.
Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menunjukkan Indonesia memiliki sedikitnya 4.303 perguruan tinggi aktif pada 2025.
Dengan jumlah tersebut, Jimmy menilai prioritas kebijakan seharusnya tidak hanya berfokus pada pembentukan institusi baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas perguruan tinggi yang telah ada.
CIPS pun mendorong pemerintah lebih mengutamakan penguatan institusi pendidikan melalui peningkatan kualitas pengajaran, tata kelola, serta kapasitas sumber daya manusia.
Berita Terkait
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ditanya Isu Reshuffle, Bahlil: Jangan Berspekulasi Melampaui Batas Kewenangan!
-
Siaga Kekeringan dan Karhutla, Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Istana
-
Hasto Kritik Pembentukan URI, Jangan Tumpang Tindih dengan Lemhannas
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Pembuatan URI Dinilai Bukan Prioritas, Prabowo Diminta Berhenti Bikin Lembaga Baru untuk Pendidikan
-
Percepat Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Apresiasi
-
BRI Jadi Penggerak KUR Perumahan, Pemerintah Beri Apresiasi untuk Program 3 Juta Rumah
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
-
Synology DP5200 Hadirkan AI dan Skalabilitas Tinggi untuk Tantang Dominasi Sistem Tape Tradisional
-
Modifikasi Yamaha XSR 155 Bergaya Jubei Yagyu Milik Ladies Biker yang Curi Perhatian
-
IHSG Mulai Terbang Pada Rabu Pagi, Masih Bergerak ke Level 6.100
-
BPR BKK Jateng Buka Akses Kredit bagi Calon PMI ke Korea Selatan, Peluang Kerja Tak Lagi Terhambat
-
Resmi Latih Italia, Roberto Mancini Dibuat Frustasi oleh Shin Tae-yong dan Timnas Indonesia
-
Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret