- Achmad Dimyati Natakusumah menjabat sebagai Bupati Pandeglang, anggota DPR RI, dan Wakil Gubernur Banten periode 2025–2030.
- Keluarga Natakusumah dikenal sebagai dinasti politik di Banten karena istri dan anak-anaknya juga aktif di dunia politik.
- Nama Dimyati kembali viral di media sosial X akibat pernikahan putranya dengan selebritas Beby Tsabina.
Suara.com - Achmad Dimyati Natakusumah, yang akrab disapa Dimyati, kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial X atau Twitter. Ia memiliki gelar Randen di depannya menandakan latar belakang priyayi atau keturunan bangsawan lokal Jawa-Sunda yang umum di wilayah Banten.
Ia lahir di Tangerang, Banten, pada 17 September 1966. Meski tidak banyak informasi publik yang mengaitkannya dengan tokoh sejarah besar tertentu, perjalanan kariernya dan keluarganya yang solid di panggung politik lokal menjadikannya salah satu contoh dinasti politik yang mencolok di Provinsi Banten.
Dimyati memulai karier sebagai pengusaha. Di usia muda, ia pernah memimpin Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pandeglang hingga 1995, lalu HIPMI Jawa Barat periode 1995-2000.
Ia juga pernah menjabat Ketua KONI Kabupaten Pandeglang. Latar belakang bisnis ini menjadi modal sebelum ia terjun penuh ke politik.
Pada 2000–2009, Dimyati menjabat Bupati Pandeglang selama dua periode. Setelah itu, ia duduk di DPR RI periode 2009–2018 dan 2019–2024, sempat menjadi Wakil Ketua MPR RI singkat pada 2014, dan kini menjabat Wakil Gubernur Banten periode 2025–2030 berpasangan dengan Andra Soni.
Istrinya, Hj. Irna Narulita, juga merupakan politisi. Setelah Dimyati lengser sebagai bupati, Irna mengambil alih kursi Bupati Pandeglang sejak 2016. Sebelumnya, Irna pernah menjadi anggota DPR RI.
Dari pernikahan mereka lahir tiga anak, yaitu Rizka Amalia Ramadhani Natakusumah, Rizki Aulia Rahman Natakusumah, dan Risya Azzahra Rahimah Natakusumah. Ketiga anak ini juga aktif di politik.
Rizki, yang menikah dengan aktris Beby Tsabina pada Juni 2024, terpilih sebagai anggota DPR RI sejak usia muda (periode 2019–2024 dan 2024–2029).
Rizka dan Risya pernah maju sebagai caleg di berbagai partai (NasDem, Demokrat, PKB) pada pemilihan legislatif, namun gagal terpilih.
Baca Juga: Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
Pola ini membuat keluarga Natakusumah sering disebut sebagai salah satu dinasti politik di Banten, sejajar dengan klan lain seperti Ratu Atut atau Jayabaya.
Pada Pemilu 2019, misalnya, Dimyati dan anak-anaknya bertarung di dapil yang sama atau berdekatan dengan partai berbeda. Dimyati sendiri pernah menyatakan bahwa pilihan partai anak-anaknya merupakan keputusan pribadi, bukan paksaan keluarga.
Meski demikian, dominasi keluarga di Kabupaten Pandeglang dan keterlibatan lintas generasi di legislatif maupun eksekutif terus menjadi sorotan.
Viralnya nama Dimyati di X terutama dipicu oleh pernikahan putranya dengan Beby Tsabina, yang menarik perhatian publik terhadap latar belakang mertuanya.
Netizen kemudian mengulik rekam jejak keluarga, termasuk isu dinasti politik dan kontroversi lama.
Pada 2004, saat masih menjabat bupati, Dimyati sempat dilaporkan ke Komnas Perlindungan Anak terkait dugaan hubungan dengan remaja berusia 17 tahun. Ia juga pernah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pinjaman daerah, namun kemudian dibebaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123
-
BRI dan Kementerian UMKM Perkuat Pembiayaan KUR, Dorong UMKM Bandung Naik Kelas