News / Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 14:49 WIB
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • SMRC merilis hasil survei elektabilitas calon presiden di Jakarta pada Kamis, 30 Juli 2026.
  • Survei menunjukkan elektabilitas Prabowo Subianto turun menjadi 14,5 persen dari sebelumnya 34,9 persen.
  • Elektabilitas Dedi Mulyadi melonjak naik pesat mencapai 35 persen dalam simulasi semi terbuka SMRC.

Suara.com - Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menanggapi santai hasil survei terbaru yang dirilis Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait elektabilitas calon presiden.

Dalam temuan SMRC bertajuk "Electabilitas Calon-Calon Presiden" tersebut, terekam adanya penurunan elektabilitas Presiden RI Prabowo Subianto, sementara angka elektabilitas Dedi Mulyadi justru menunjukkan kenaikan pesat.

Menyikapi dinamika angka tersebut, Dasco menilai perubahan posisi dalam hasil survei merupakan hal yang wajar dan lumrah terjadi.

Ia menyebut setiap lembaga survei memiliki hasil yang bisa berbeda satu sama lain.

"Ya kan kalau yang nama survei fluktuatif. Kadang naik kadang turun, dan itu survei yang satu dengan yang lain kan kadang sama kadang berbeda. Itu yang bisa saya sampaikan," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Presiden Prabowo Subianto (setneg.go.id)

Dasco tidak memberikan penjelasan lebih jauh mengenai faktor di balik naik-turunnya elektabilitas kedua tokoh tersebut.

Ia menegaskan bahwa fluktuasi angka merupakan karakteristik utama dari sebuah survei politik yang sangat dipengaruhi oleh waktu dan metodologi masing-masing lembaga.

Sebelumnya, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru bertajuk "Elektabilitas Calon-Calon Presiden". Berdasarkan temuan tersebut, elektabilitas Presiden RI Prabowo Subianto mengalami penurunan signifikan, sementara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) menunjukkan kenaikan yang pesat.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menyampaikan bahwa bila pemilihan presiden dilakukan sekarang dan Prabowo maju sebagai calon, kemungkinan dia tidak akan terpilih kembali.

Baca Juga: Tingkat Kepuasan Kinerja Prabowo Menurun, Dasco: Jadi Bahan Evaluasi Jika Sesuai Keadaan

Hasil survei menunjukkan bahwa dalam simulasi semi terbuka, Dedi Mulyadi memperoleh dukungan sebesar 35 persen dan berjarak cukup jauh dari Prabowo Subianto di urutan kedua dengan perolehan suara 14,5 persen.

Nama selanjutnya adalah Anies Baswedan dengan elektabilitas 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, Mahfud MD 4 persen, dan nama-nama lain di bawah 2 persen.

Dalam survei ini, masih ada 12,8 persen pemilih yang tidak menjawab atau belum menentukan pilihan.

Deni menjelaskan bahwa dalam sembilan bulan terakhir, elektabilitas Prabowo pada simulasi semi terbuka menurun dari 34,9 persen pada survei November 2025 menjadi 14,5 persen pada survei Juli 2026.

Sementara itu, pada periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi naik dari 19,7 persen menjadi 35 persen.

Load More