News / Metropolitan
Kamis, 30 Juli 2026 | 10:55 WIB
Satpam MRT di Bundaran HI yang viral usai menegur pengendara Toyota Alphard yang menerobos lampu merah pada Rabu (22/7/2026) lalu dan viral di media sosial. (Ist)
Baca 10 detik
  • Satpam proyek MRT Jakarta Pusat Fiktor Harefa menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Bandung.
  • Fiktor menolak tawaran pekerjaan dari Dedi Mulyadi.
  • Sebelumnya, Fiktor menjadi sorotan publik akibat perselisihan dengan tiga anggota kepolisian yang mengendarai mobil di Bundaran HI.

Suara.com - Satpam proyek konstruksi MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Fiktor Harefa, menolak tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Fiktor mengaku lebih memilih bertahan di pekerjaannya saat ini karena sudah merasa nyaman.

Fiktor sebelumnya memenuhi undangan Dedi Mulyadi ke Gedung Sate, Bandung, pada Sabtu (25/7/2026). Namun, ia memutuskan tidak menerima tawaran tersebut.

“Sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini,” kata Fiktor saat dihubungi, Rabu (29/7/2026).

Pria yang menjabat sebagai Komandan Regu (Danru) pengamanan proyek konstruksi MRT itu mengatakan dirinya juga sudah cukup puas dengan pekerjaannya meski masih berstatus pekerja alih daya (outsourcing).

Fiktor kembali bekerja sejak Senin (27/7/2026), setelah sebelumnya menjadi sorotan akibat perselisihan dengan tiga polisi yang mengendarai mobil Toyota Alphard di kawasan Bundaran HI.

Sebelum bekerja sebagai satpam proyek MRT pada April 2026, Fiktor mengaku sempat lama tidak memiliki pekerjaan tetap. Selama menganggur, ia membantu usaha konter telepon seluler milik saudaranya di Jakarta Barat sambil mencari pekerjaan.

“Akhirnya saya diterima kerja jadi petugas keamanan di situ, di konstruksi proyek MRT,” tuturnya.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. [Antara]

Terkait undangan dari Dedi Mulyadi, Fiktor mengaku awalnya dihubungi melalui WhatsApp oleh staf gubernur.

Baca Juga: Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi

Karena khawatir menjadi korban penipuan, ia meminta panggilan video langsung dengan Dedi Mulyadi untuk memastikan keaslian undangan tersebut.

“Memastikan kalau benar apa nggak,” ungkapnya.

Setelah yakin, Fiktor berangkat seorang diri ke Bandung dengan menyewa mobil untuk memenuhi undangan tersebut.

Meski akhirnya menolak tawaran pekerjaan, ia tetap datang sebagai bentuk penghormatan atas apresiasi yang diberikan Dedi Mulyadi.

Sebelumnya, Fiktor menjadi perhatian publik setelah berselisih dengan pengemudi mobil Toyota Alphard di kawasan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.

Polisi kemudian mengungkap pengemudi kendaraan tersebut merupakan anggota Polda Jawa Barat.

Dugaan pelanggaran etik kini ditangani Subbid Propam Polda Jawa Barat, sedangkan dugaan pelanggaran lalu lintas diusut Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Load More