News / Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:05 WIB
Deddy Sitorus (e media DPR)
Baca 10 detik
  • PWI Pusat menyesalkan pernyataan Deddy Sitorus yang mengibaratkan wartawan di ruang rapat DPR seperti sirkus pada Kamis (30/7/2026).
  • Koordinatoriat Wartawan Parlemen menilai ucapan anggota DPR tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis yang sedang bertugas.
  • Deddy Sitorus mengklarifikasi bahwa ucapannya ditujukan untuk menertibkan kerumunan di ruangan, bukan menghina wartawan.

Menanggapi tuduhan tersebut, Deddy menyayangkan adanya narasi yang beredar tanpa konfirmasi terlebih dahulu kepadanya. Ia menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati profesi wartawan sebagai pilar demokrasi.

"Saya sangat menyayangkan munculnya tuduhan bahwa saya menghina profesi wartawan, terlebih tuduhan tersebut disampaikan kepada publik tanpa adanya konfirmasi atau klarifikasi kepada saya terlebih dahulu. Tuduhan tersebut tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya saya sampaikan," ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya kepada Suara.com, Kamis (30/7/2026).

Deddy menjelaskan bahwa pernyataannya dalam rapat tersebut sama sekali tidak ditujukan untuk menghina profesi tertentu, melainkan merespons kondisi ruang rapat yang dinilai tidak tertib karena banyaknya orang yang berkerumun.

Ia pun membeberkan kalimat utuh yang disampaikannya saat rapat berlangsung:

"Pimpinan, mohon ruangan ditertibkan, banyak sekali yang berdiri di sini, padahal ada ruangan balkon di atas. Sudah seperti sirkus kita ini."

Menurut Deddy, kalimat tersebut merujuk pada situasi fisik ruang rapat yang dipenuhi orang-orang yang bergerombol di tengah ruangan saat rapat sedang berlangsung. Ia menegaskan hal itu dapat dibuktikan melalui rekaman video maupun saksi mata di lokasi.

"Pernyataan itu sama sekali tidak ditujukan kepada wartawan maupun kelompok atau individu tertentu. Hal ini dapat dibuktikan melalui rekaman video rapat maupun keterangan para peserta rapat yang hadir," tegasnya.

Lebih lanjut, legislator PDIP ini memastikan bahwa dirinya tidak pernah menghalangi kerja-kerja jurnalistik. Ia menyebut rapat kerja di Komisi II selalu bersifat terbuka, baik bagi media maupun masyarakat umum.

Deddy pun mengajak semua pihak untuk mengedepankan fakta dan verifikasi sebelum menyebarkan informasi kepada publik guna menghindari kesalahpahaman.

Baca Juga: Bantah Hina Wartawan, Begini Klarifikasi Deddy Sitorus Soal Ucapan 'Sirkus' di Ruang Rapat

Sebagai bentuk tanggung jawab, Deddy menyatakan kesiapannya untuk memberikan penjelasan lebih lanjut jika masih ada keraguan, termasuk melalui mekanisme di Dewan Pers. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antara parlemen dan insan pers dengan menjunjung tinggi etika dan profesionalisme.

Load More