News / Nasional
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26 WIB
Jatim Media Summit 2026: Ancaman Peretasan Mengintai Media dan Kreator, Pakar Minta Jangan Anggap Remeh Keamanan Digital. (Suara.com/ Dimas Angga Perkasa)
Baca 10 detik
  • Praktisi industri dan pemeriksa fakta mengingatkan ancaman siber dalam Jatim Media Summit 2026 pada 30 Juli.
  • Kelalaian menjaga kebersihan digital dapat menghancurkan reputasi, bisnis, serta aset digital media dan kreator konten.
  • Pengguna wajib menerapkan pengamanan seperti autentikasi dua faktor, kata sandi kuat, dan pemisahan akun profesional.

Suara.com - Transformasi digital yang membuka peluang besar bagi industri media dan kreator konten ternyata juga membawa ancaman serius. Peretasan akun, pencurian identitas digital, doxing hingga serangan terhadap website media kini menjadi risiko nyata yang harus diantisipasi sejak dini.

Pesan itu mengemuka dalam sesi Panel Discussion and Showcase Jatim Media Summit (JMS) 2026, Kamis (30/7/2026), ketika praktisi industri kreatif dan pemeriksa fakta mengingatkan bahwa lemahnya keamanan digital dapat menghancurkan reputasi, bisnis, hingga aset digital yang telah dibangun bertahun-tahun.

Co-Founder Rilplay Studio Surabaya, Andi Said Tandio, mengungkapkan perjalanan membangun kanal YouTube dari puluhan ribu pelanggan hingga menembus lebih dari 14,5 juta subscriber tidak lepas dari berbagai ancaman keamanan digital.

Menurutnya, tantangan terbesar seorang kreator bukan lagi sekadar membuat konten menarik, tetapi memastikan seluruh aset digital tetap aman dari upaya pembajakan maupun penyalahgunaan akun.

"Semua konten kreator pasti mengalami tantangan keamanan digital. Ketika akun sudah besar, ancaman juga semakin besar," ujar Andi.

Ia menceritakan, Rilplay Studio yang bermula hanya dijalankan dua orang kini berkembang menjadi studio kreatif dengan sekitar 20 tenaga profesional mulai dari penulis naskah, editor video, animator, pengisi suara hingga pengelola media sosial.

Menariknya, seluruh talenta tersebut direkrut dari berbagai daerah di Jawa Timur seperti Surabaya, Gresik, Kediri hingga Madiun.

Andi juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan kanal baru berkonsep hiperlokal yang seluruh kontennya menggunakan bahasa Jawa dialek Suroboyoan. Berdasarkan uji pasar yang telah dilakukan, konten berbahasa lokal justru mendapat respons sangat tinggi dari penonton.

"Target kami 2027 bisa meluncurkan channel baru dengan seluruh talenta berasal dari Jawa Timur," katanya.

Baca Juga: Jatim Media Summit 2026: Menkraf Sebut Jatim Punya Modal Jadi Lokomotif Ekonomi Kreatif Nasional

Sementara itu, Trainer Cek Fakta, Artika Farmita, menegaskan ancaman terbesar terhadap media maupun kreator konten justru sering muncul akibat kelalaian pengguna dalam menjaga kebersihan digital atau digital hygiene.

Menurutnya, banyak kreator baru mulai memikirkan keamanan setelah memiliki jutaan pengikut. Padahal, perlindungan akun seharusnya dilakukan sejak awal.

"Kalau kesehatan fisik dijaga setiap hari, maka kesehatan digital juga harus diperlakukan sama. Jangan menunggu terkenal baru peduli keamanan akun," ujarnya.

Artika menjelaskan serangan digital saat ini tidak hanya berupa peretasan, malware maupun DDoS terhadap website, tetapi juga berkembang menjadi serangan nonteknis seperti doxing, impersonasi, trolling, hingga kriminalisasi yang dapat merusak kondisi psikologis dan reputasi seseorang.

Ia mengingatkan bahwa kehilangan akun bukan sekadar kehilangan pendapatan dari monetisasi, tetapi juga bisa memaksa kreator membangun kembali audiens dari nol.

Dalam paparannya, Artika menekankan sejumlah langkah sederhana namun masih sering diabaikan pengguna.

Load More