- Keluarga Sutrimo menolak membuat laporan resmi dan memilih mengikhlaskan kematiannya.
- Polda Metro Jaya menyelidiki kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di Jakarta.
- Penyelidikan melibatkan Puslabfor Polri, pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, serta penelusuran rekaman CCTV.
Sejumlah kejanggalan kemudian muncul saat jenazah dipulangkan ke Banyumas.
Ambulans yang semula diperkirakan tiba menjelang petang baru sampai sekitar pukul 22.00 WIB. Rombongan pengantar hanya terdiri dari empat orang, dua di antaranya mengaku sebagai "keamanan Jakarta" tanpa menjelaskan identitas maupun instansi asal.
Pemerintah desa juga menyoroti proses penyerahan jenazah yang berlangsung singkat.
Rombongan hanya menyerahkan dokumen, KTP, dan santunan kepada keluarga, sementara barang pribadi korban seperti telepon genggam tidak ikut diserahkan. Setelah itu mereka langsung meninggalkan lokasi.
Selain itu, perangkat desa menilai tidak adanya pendataan dari Babinsa maupun Bhabinkamtibmas saat pemakaman merupakan hal yang tidak biasa.
Polisi Libatkan Puslabfor
Sementara Polda Metro Jaya masih menyelidiki penyebab kematian Sutrimo yang ditemukan tidak sadarkan diri di halaman Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026.
Korban saat itu sempat dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun dinyatakan meninggal dunia.
Penyelidik telah melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk memeriksa sampel dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Febri Diansyah Tantang Kejagung Buktikan Pemilik Emas 74 Kg: Jangan Cuma Andalkan Pengakuan Tesangka
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi, mengumpulkan barang bukti, serta menelusuri rekaman CCTV guna memastikan apakah kematian Sutrimo terjadi secara wajar atau mengandung unsur pidana.
Kasus ini turut menjadi perhatian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang meminta penyelidikan dilakukan secara profesional dan transparan.
Polisi juga telah mengimbau pihak keluarga untuk melapor jika merasa janggal dan membuka kemungkinan dilakukan ekshumasi apabila diperlukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polisi Datang Pakai 7 Mobil, Keluarga Sutrimo Tetap Bungkam dan Tak Mau Lapor
-
Tak Perlu Tunggu 2028, Pemerintah Didesak Segera Keluarkan MBG dari Anggaran Pendidikan
-
Sempat Hilang Sebulan, Jejak Pembunuh Manusia Silver Berakhir di Rumah Kos Kediri
-
Promo BRI, Dapatkan Cashback Spesial Isi Bensin di SPBU BP
-
7 Toko Online Terpercaya yang Menjual Sepatu New Balance 530 dengan Harga Terbaik
-
Buntut Ucapan 'Kayak Sirkus', Ini 6 Poin Jawaban Deddy Sitorus
-
Prabowo Naikkan Tukin TNI jadi 90 Persen, Mensesneg: Bukan Perlakuan Istimewa
-
Sindikat Pencurian Spesialis Rumah Lansia Dibongkar, Polresta Solo Tangkap Dua Pelaku
-
Berapa Kali Sehari Cuci Muka untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 4 Rekomendasi Produk
-
Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT