- Jubir Gerindra Sugiat Santoso menyatakan pencalonan Kaesang Pangarep di Dapil Jawa Tengah V pada 28 Juli 2026 disambut positif.
- Gerindra menilai keikutsertaan Kaesang di Solo Raya bukan ancaman, melainkan sarana memperkuat kompetisi dan menyemarakkan demokrasi.
- Gerindra optimis meraih peningkatan suara berkat basis massa kuat serta kerja nyata kader di masyarakat.
Suara.com - Juru Bicara Partai Gerindra yang juga Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Sugiat Santoso, memberikan tanggapan terkait rencana Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, yang akan mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V pada Pemilu mendatang.
Sugiat menegaskan, bahwa hubungan antara Gerindra degan PSI selama ini terjalin dengan sangat harmonis.
Menurutnya, kehadiran Kaesang di dapil yang meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali tersebut merupakan hal yang positif bagi iklim demokrasi.
"Gerindra dan PSI memiliki rekam jejak kerja sama yang baik. Kompetisi di pemilu adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun silaturahmi politik dan semangat untuk sama-sama membangun bangsa tetap menjadi prioritas utama," ujar Sugiat kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Ia menambahkan bahwa masuknya putra bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tersebut tidak dilihat sebagai sebuah intimidasi politik bagi perolehan suara Gerindra di wilayah Solo Raya.
Sebaliknya, hal ini dianggap sebagai penambah semangat dalam kontestasi.
"Masuknya Mas Kaesang ke Jateng V bukan ancaman bagi Gerindra, melainkan amunisi baru untuk menyemarakkan demokrasi. Di lapangan kita bertanding gagasan, tapi tujuannya tetap sama, memajukan warga Solo Raya," tegasnya.
Meskipun menyadari ketatnya persaingan di Dapil Jateng V, Sugiat optimis bahwa Gerindra memiliki basis massa yang kuat dan loyal.
Hal ini dikarenakan kader-kader Gerindra telah lama melakukan kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
Baca Juga: Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
"Peta Jateng V memang ketat, tapi Gerindra tidak berangkat dari nol. Akar kita di Solo, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali sudah sangat dalam karena dirawat lewat kerja nyata, bukan cuma datang saat musim pemilu," jelas Sugiat.
Lebih lanjut, Sugiat menekankan bahwa kekuatan Gerindra di wilayah tersebut bertumpu pada militansi kader lokal yang memahami sosiologi masyarakat setempat.
"Gerindra di Jateng V tidak hanya bergantung pada momentum nasional, tetapi juga didukung oleh ketokohan kader-kader lokal yang sudah lama mengakar, paham betul karakter masyarakat Solo Raya, dan rajin turun ke lapangan," imbuhnya.
Melihat tren positif kinerja pemerintah dan penerimaan publik terhadap partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut, Sugiat meyakini perolehan kursi Gerindra akan mengalami kenaikan signifikan pada pemilu 2029 mendatang.
"Dengan kinerja pemerintah saat ini dan penerimaan masyarakat yang semakin positif terhadap Gerindra di Jawa Tengah, kami optimistis perolehan suara serta kursi Gerindra di Jateng V justru berpotensi terus meningkat pada 2029," tuturnya.
Sugiat mengingatkan bahwa pada akhirnya pilihan rakyat akan jatuh kepada mereka yang memberikan bukti bakti, bukan sekadar modal ketenaran.
"Popularitas itu modal awal, tapi yang menentukan di bilik suara adalah bukti kerja. Gerindra optimistis suara kita di Jateng V justru akan naik karena masyarakat merasakan langsung keberlanjutan program-program yang kami kawal," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Dinamika atau Ancaman? Ini Kata Sekjen Golkar soal Kaesang Incar Kursi DPR di Jateng
-
Kaesang Masuk 'Kandang Banteng' di 2029: Siapa Lebih Kuat, Figur Jokowi atau Mesin PDIP?
-
Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Bukan Ancaman, Gerindra Sebut Kaesang Nyaleg di Jateng V Bikin Demokrasi Semarak
-
5 Sepatu Lari Terbaik untuk Daily Run, Sol Empuk dan Nyaman Anti-Cedera
-
Bukan Spontan! Ada Desain Skenario Besar di Balik Bentrok Maut Menteng
-
Harga Sawit Riau Nanjak Lagi, Dihargai Rp3.913 per Kg Periode Ini
-
Ulasan Drama Unmasked: Potret Jurnalisme di Tengah Permainan Kekuasaan
-
Agustusan di Era Prihatin: Apakah Rakyat Masih Punya Alasan untuk Berpesta?
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Citrus di Indomaret, Wanginya Fresh Mulai Rp27 Ribuan
-
Sinopsis Children of Blood and Bone, Film Adaptasi Novel Laris Tayang 2027
-
Dimatikan atau Tidak? Ini Cara Ngecas HP yang Benar agar Baterai Gak Gampang Rusak
-
AKBP Terlapor Dugaan Pelecehan Polwan Batal Dilantik jadi Kabid Dokkes Polda Sumbar