News / Internasional
Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:08 WIB
Ilustrasi hacker (Freepik)
Baca 10 detik
  • Otoritas Amerika Serikat menyelidiki serangan siber pada 30 lebih fasilitas air di Minnesota.

  • Peretas menyasar sistem kontrol operasional yang diduga melibatkan kelompok peretas asal Iran.

  • Pemerintah mengimbau pengelola infrastruktur air segera memperketat keamanan akses internet jaringan kontrol.

Suara.com - Otoritas keamanan siber Amerika Serikat tengah menyelidiki peretasan terkoordinasi yang menimpa lebih dari 30 fasilitas air kota di Minnesota. Penyelidik menduga ada keterlibatan kelompok peretas asal Iran dalam gangguan sistem infrastruktur vital tersebut.

Lembaga Teknologi Informasi Minnesota (MNIT) bekerja sama dengan CISA, EPA, dan FBI untuk membongkar pola peretasan ini. Tim gabungan berfokus menganalisis kesamaan teknis serta waktu eksekusi serangan di puluhan lokasi berbeda.

Dampak peretasan ini mengancam keandalan pasokan air bersih tanpa mengganggu konsumsi harian warga secara langsung. Departemen Kesehatan Minnesota memastikan belum ada instruksi perubahan penggunaan air minum bagi masyarakat setempat.

Ilustrasi Peretasan. [Pete Linforth/Pixabay]

Meskipun indikasi mengarah pada pihak tertentu, pejabat resmi menegaskan proses verifikasi pelaku masih berjalan.

"Kami belum mengaitkan aktivitas tersebut dengan pelaku tertentu," tulis pejabat resmi dalam imbauan MNIT, dikutip dari The Hill, Jumat (31/7/2026).

Para peretas menyasar perangkat keras kritis berupa programmable logic controllers (PLC) dan human-machine interfaces (HMI). Kedua teknologi tersebut berfungsi sebagai layar kendali utama bagi para operator fasilitas air.

Pemerintah negara bagian Minnesota bergerak cepat membagikan data temuan lapangan kepada otoritas siber tingkat pusat. Langkah ini diambil guna memetakan potensi ancaman serupa di wilayah Amerika Serikat lainnya.

Kepala Keamanan Informasi Minnesota, John Israel, mengonfirmasi koordinasi lintas lembaga tersebut kepada publik.

"Negara bagian telah memberikan informasi kepada lembaga federal yang sedang mengevaluasi aktivitas ini dalam konteks nasional yang lebih luas," ujar John Israel.

Baca Juga: Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global

Ancaman peretasan terhadap infrastruktur fisik sejatinya telah diprediksi oleh lembaga keamanan federal Amerika Serikat. Peringatan resmi mengenai kerentanan sistem kontrol industri bahkan telah dirilis beberapa hari sebelum insiden terjadi.

Lembaga CISA dan FBI mengingatkan para pengelola infrastruktur untuk memperketat akses jaringan internet langsung. Mereka mendesak agar penempatan sistem kontrol operasional dilakukan dengan protokol keamanan tingkat tinggi.

Serangan ini mempertegas pola peretasan Iran yang konsisten menyasar sektor-sektor publik paling krusial. Asisten Direktur Divisi Siber FBI, Brett Leatherman, menegaskan bahaya laten dari aktivitas peretasan tersebut.

Brett Leatherman menyatakan ancaman tersebut berdampak langsung pada kehidupan harian warga Amerika.

"Aktor Iran terus menargetkan infrastruktur vital AS dan mengganggu layanan esensial yang diandalkan warga Amerika," kata Brett Leatherman.

Insiden peretasan sistem air di Minnesota diduga kuat berkaitan erat dengan ketegangan geopolitik yang sedang memanas. Sebelumnya, militer Amerika Serikat melancarkan serangan balasan yang menargetkan berbagai infrastruktur strategis di wilayah Iran.

Serangan militer Amerika Serikat tersebut menghantam fasilitas pelabuhan, jaringan energi, hingga jembatan utama di Iran. Situasi ini memicu aksi saling balas di ruang siber yang mengincar sistem operasional publik.

Sebagai langkah pencegahan, MNIT mengimbau seluruh pengelola fasilitas air limbah dan air bersih segera mengisolasi jaringan. Setiap perangkat kontrol yang terhubung ke internet wajib diperiksa ulang ketat.

Langkah mitigasi darurat ini diharapkan mampu menutup celah peretasan susulan pada fasilitas vital lainnya. Otoritas keamanan siber Amerika Serikat kini meningkatkan status waspada di seluruh instansi pengelola air.

Load More