- KPK menetapkan 4 tersangka pada kasus korupsi Anom Widiyantoro di Pemalang.
- Skema kasus korupsi Anom Widiyantoro melibatkan suap pengurusan perkara internal KPK.
- Penyidik menyita barang bukti miliaran rupiah dalam kasus korupsi Anom Widiyantoro.
Suara.com - Kasus korupsi yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, benar-benar mencoreng wajah lembaga antirasuah.
Tak hanya soal jual-beli jabatan di daerah, kasus ini juga menyeret oknum internal KPK yang diduga main mata untuk mengamankan perkara Bupati Pemalang Anom Widiyantoro.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total mengamankan 21 orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Jakarta, Pemalang, dan Purworejo pada 28-29 Juli 2026 lalu.
Dari puluhan orang tersebut, empat orang resmi mengenakan rompi oranye.
Berikut daftar lengkap tersangka dan pihak-pihak yang ikut diperiksa penyidik KPK.
Daftar 4 Tersangka Utama
Penyidik KPK membagi kasus ini ke dalam dua klaster, yakni klaster pemerasan pejabat daerah dan klaster pengurusan perkara di internal KPK dengan daftar berikut ini.
- Anom Widiyantoro (AWI): Bupati Pemalang yang diduga melakukan pemerasan terhadap bawahan terkait proyek dan jual-beli jabatan.
- Mohamad Haris alias Gus Haris (GHA): Pihak swasta sekaligus orang kepercayaan Bupati Pemalang yang berperan sebagai pengepul uang dari para pejabat dan kontraktor.
- Lilik Budi Suprianto (LBS): Pihak swasta asal Purworejo yang diduga menjadi perantara atau makelar kasus untuk menyuap oknum KPK.
- Iptu Setya Budi Dias Oktavianto (DIS): Staf administrasi KPK, anggota Brimob yang diperbantukan di KPK) yang merupakan anak dari Lilik Budi dan diduga membocorkan informasi rahasia untuk memeras Bupati Pemalang.
Dua Modus Haram yang Terungkap
KPK mengungkap dua skema korupsi Bupati Pemalang yang berjalan beriringan:
Baca Juga: 5 HP Terbaru Rilis Agustus 2026, Ada Ponsel Rp3,7 Jutaan dengan Baterai Jumbo 8.000 mAh
1. Klaster Pertama (Pemerasan Pejabat)
Bupati Anom melalui Gus Haris diduga memalak para kepala dinas dan rekanan proyek di Pemkab Pemalang.
Dana yang terkumpul mencapai Rp1,98 miliar. Uang ini diduga berasal dari setoran agar jabatan aman atau untuk mendapatkan proyek.
2. Klaster Kedua (Main Mata Perkara)
Karena ketakutan diincar KPK, Bupati Anom diduga mencoba menyuap jalur orang dalam.
Melalui Lilik Budi, ia sepakat membayar untuk menghentikan perkara. Uang sebesar Rp1,2 miliar pun berpindah tangan sebagai uang pelicin.
Berita Terkait
-
Bupati Pemalang Diduga Beri Uang ke Ayah Staf KPK untuk Tutupi Kasus
-
Pencarian Buronan Harun Masiku Masih Jadi Beban bagi Pimpinan KPK
-
Profil Lilik Budi Supriyanto, Pengusaha dan Ayah Staf Admin KPK yang Terseret Kasus Bupati Pemalang
-
5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
-
Cushion Wardah yang Tahan Keringat untuk Olahraga Apa? Ini Review Dipakai Lari 5 Km
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Mitsubishi Eclipse Kapan Meluncur? Kini Bawa Mesin Canggih Ramah Lingkungan
-
Bukan Cuma Razia Absensi, Wali Kota Sukabumi Duduk Lesehan dan Minta Curhat ASN Saat Sidak
-
Buron Interpol Pengirim PMI Ilegal ke Kamboja Dibekuk di Soetta
-
Gubernur Riau Abdul Wahid Cuma Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Belum Putuskan Ajukan Banding
-
Benarkah Atap Asbes Bisa Bikin Kanker? Dokter Paru Ungkap Fakta dari WHO
-
2 SPPG di Simeulue Aceh Berhenti Beroperasi
-
Ramai Pagar Tinggi di Mal, APPBI Buka Suara
-
4 Moisturizer Centella Asiatica untuk Jerawat Terbaik, Redakan Kemerahan Menurut Klaim
-
Kenapa Jepang Sering Diguncang Gempa Bumi Besar?
-
Perkuat Sinergi Politik, Bupati Bogor dan DPRD Pererat Komunikasi demi Aspirasi Rakyat