- Polda Metro Jaya mengungkap 769 kasus pencurian kendaraan bermotor serta menangkap 729 tersangka dalam Operasi Berantas Jaya.
- Operasi kepolisian tersebut dilaksanakan di wilayah hukum Polda Metro Jaya sejak tanggal 4 hingga 18 Juli 2026.
- Petugas menyita ratusan kendaraan, uang tunai, serta sejumlah senjata api dan senjata tajam dari tangan tersangka.
Suara.com - Polda Metro Jaya bersama Polres dan Polsek jajaran mengungkap 769 kasus pencurian kendaraan bermotor, dalam operasi Berantas Jaya. Operasi tersebut dilakukan sejak 4-18 Juli 2026 lalu.
Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Dekananto Eko Purwono mengatakan, dari ratusan kasus pencurian yang diungkap, petugas juga menciduk 729 tersangka.
“Beberapa tersangka adalah residivis yang berhasil diungkap oleh jajaran reskrim dan juga cukup banyak para pelaku baru curanmor yang diungkap,” kata Dekananto, di Polda Metro Jaya, Jumat (31/7/2026).
Dekananto merinci, dari 729 tersangka, 35 di antaranya merupakan penjahat kambuhan atau residivis dalam kasus yang sama.
Ia juga menjelaskan dari ratusan kasus yang diungkap saat ini, pencurian masih didominasi dengan modus lama, yakni pencurian kendaraan yang menggunakan kunci letter T.
“Saya kira ini modus lama, kemudian juga ada kunci palsu, dan juga merampas kendaraan secara paksa atau begal,” ucapnya.
Dari hasil ungkapan ini, sebanyak 428 unit kendaraan roda dua disita petugas. Kemudian ada 21 unit kendaraan roda empat sebagai bukti tindak kejahatan, dan uang tunai senilai Rp10,7 juta.
"Ada 11 pucuk senjata api. Mungkin rekan-rekan mencermati beberapa kejadian curanmor itu pelaku melakukan perlawanan dengan senjata api,” jelasnya.
11 pucuk tersebut disita petugas dari para tersangka yang melakukan pencurian kendaraan bermotor, baik yang menggunakan kunci letter T maupun modus begal.
Baca Juga: Polda Metro Bongkar Sindikat Obat Keras di Kebon Kacang, 5 Pengedar Berhasil Diciduk
“Kita amankan senjata api yang digunakan oleh para pelaku pencurian kendaraan bermotor maupun kasus dengan cara modus begal,” jelasnya.
“Kemudian ada 12 unit airgun, Ada 27 bilah senjata tajam, kemudian ada 119 kunci T dan 150 unit telepon genggam yang digunakan para pelaku untuk berkomunikasi antar jaringan,” imbuhnya menandaskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
LPSK Proses Permohonan Perlindungan Saksi FH di Kasus TPPU Eks Jampidsus
-
Mata-Mata Iran Asal London Tertangkap Intip Pangkalan Militer Inggris di Siprus
-
Tak Cukup Putusan MK, PGRI Tagih Guru Jangan Dipaksa Menanggung Beban Tambahan
-
Ini Bukan Tinju! Pelatih Timor Leste Kirim Pesan Aneh Buat Timnas Indonesia
-
18 Nyawa Melayang di Usia Emas: Petaka Human Error di Jalan Raya Pringsewu Tembus 115 Kasus
-
Protes Tambang Nikel Raja Ampat, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk di Pembukaan GIIAS 2026
-
19 Tahun Kerja Sama, Yuri Girls' Generation Tinggalkan SM Entertainment
-
Bukan Lagi Rp3.500, Tarif Transjabodetabek Blok M-Soetta Resmi Rp15.000 Mulai 1 September
-
Pesanan Ekspor Lesu, Industri Alas Kaki Nasional Masuk Zona Kontraksi
-
Ini Identitas Taruna Akpol yang Tewas Diduga Bunuh Diri