Suara.com - Tri Murniyati tak sanggup menahan air matanya, bukan karena sedih, melainkan perasaan bahagia dan bersyukur anaknya, Muhammad Daud masuk Sekolah Rakyat.
Dengan suara bergetar, Tri mengungkapkan berkat adanya Sekolah Rakyat, kini anaknya kembali mempunyai harapan untuk menggapai cita-citanya.
"Kagem (kepada) bapak Presiden, matur nuwun sanget, terima kasih banyak sudah menyediakan gedung (Sekolah Rakyat), untuk pendidikan anak-anak kami yang kurang mampu, kami bisa meraih cita-cita melalui anak-anak kami," kata Tri.
Hal tersebut disampaikan saat berdialog dengan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono pada Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dan Siswa (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jum'at (31/7/2026).
Tri adalah seorang wanita tangguh, orang tua tunggal dengan tanggungan 5 orang anggota keluarga. Sehari-hari dia bekerja sebagai buruh tani, penghasilannya perbulan tidak besar, hanya berkisar Rp700 ribu.
Dengan penghasilan tersebut, Tri kesulitan untuk membiayai sekolah anak-anaknya, namun Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban. Kini salah seorang anaknya dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
"Karena anak-anak saya ingin sekali maju, ingin sekali menjadi anak-anak yang membanggakan orang tua. Buat saya, ini adalah kesempatan untuk kami bisa mendidik anak-anak menjadi lebih baik lagi," ujarnya sambil meneteskan air mata.
Rasa syukur dan bahagia tidak hanya dirasakan Tri Murniyati, namun juga oleh para orang tua siswa Sekolah Rakyat lainnya, seperti Turmudi yang merupakan orang tua dari Syekh Mufti.
Turmudi bekerja sebagai buruh tani, penghasilannya tak menentu, terkadang hanya dapat Rp50 ribu per hari ketika ada lahan yang sedang digarap. Baginya, Sekolah Rakyat sangat membantu meringankan ekonomi keluarga, karena anak pertamanya bisa melanjutkan pendidikan secara gratis dan berkualitas.
Baca Juga: Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik
"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, saya merasa senang, saya rakyat kecil, dibantu sama Bapak Presiden Prabowo, semoga lancar dan anak-anak saya jadi pintar," kata Turmudi haru.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan program Sekolah Rakyat adalah gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui penyediaan akses pendidikan.
"Maka negara kemudian menjemput, menjemput anak-anak dari Bapak dan Ibu ke rumah-rumah untuk disekolahkan di Sekolah Rakyat," kata Agus Jabo.
Keluarga Ibu Tri dan Bapak Turmudi adalah dua dari banyaknya keluarga yang kesulitan untuk menyekolahkan anak-anaknya.
"Ada 4,1 juta anak Indonesia yang belum sekolah, tidak sekolah, dan putus sekolah karena faktor ekonomi," ujarnya.
Lebih lanjut, Agus Jabo menambahkan Gedung Sekolah Rakyat permanen sebelumnya ditargetkan mampu menampung seribu siswa. Target tersebut ditambah menjadi dua ribu siswa, mengingat banyaknya anak yang membutuhkan layanan Sekolah Rakyat.
"Pak Presiden kemarin perintahnya adalah setiap sekolah harus bisa menampung seribu siswa. Sekarang ini kita diperintahkan satu sekolah harus bisa menampung minimal dua ribu siswa, karena saking banyaknya anak-anak kita yang tidak sekolah," pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Kadinsos Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur, Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, dan pejabat terkait lainnya.***
Berita Terkait
-
Gus Ipul Buka MPLS Sekolah Rakyat Gelombang Kedua Serentak di 65 Titik
-
Kemensos-BRIN Sepakat Kerja Sama Riset Sekolah Rakyat dan Program Pemberdayaan
-
Lahan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak Memenuhi Syarat, Pembangunan Ditargetkan Oktober
-
Wamensos Agus Jabo: Pembangunan Sekolah Rakyat Muna Barat akan Diproses, Bisa Tampung 2 Ribu Siswa
-
Sinergi Kemensos & Kemendukbangga/BKKBN Bakal Hadirkan Layanan Penguatan Mental Murid Sekolah Rakyat
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pembukaan MPLS, Orang Tua Siswa Terharu Anaknya Masuk Sekolah Rakyat
-
Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah akan Ada 'Tsunami Ekonomi'
-
Pakar Beberkan Rahasia Merek Bertahan Puluhan Tahun di Tengah Persaingan Ketat
-
Streamlining BUMN Asuransi Digeber, IFG Mulai Susun Dasar Hukum Pemecahan Perusahaan
-
Nekat Tampil Usai Cedera, Pebalap Muda Indonesia Siap 'Siksa' Honda NSF250R di Sirkuit Sepang
-
Jejak Digital Diburu, Polisi Analisis Chat Terakhir Sutrimo Sebelum Tewas
-
4 Shio yang Paling Beruntung pada 1 Agustus 2026, Hoki Diprediksi Meningkat
-
Petaka Keluarga Inugami: Kisah Perebutan Warisan yang Mengungkap Rahasia Gelap
-
CIMB Niaga Manjakan Nasabah, Gelar Konser Kejar Mimpi untuk Indonesia 2026
-
Pemerintah Jamin Tak Bakal 'Ngakalin' Putusan MK soal Anggaran MBG