- Brimob Polda Metro Jaya mengamankan lima remaja bersenjata tajam di Jatinegara pada Minggu dini hari.
- Petugas menyita barang bukti berupa celurit, samurai, corbek, gayung cairan berbahaya, dan tiga sepeda motor.
- Seluruh remaja beserta barang bukti tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk proses hukum.
Suara.com - Satuan Brimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur mengamankan lima remaja yang diduga terlibat aksi tawuran di Jalan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (2/8/2026) dini hari.
Kelima remaja tersebut diduga terlibat bentrokan dengan menggunakan senjata tajam. Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, mengatakan barang bukti yang diamankan meliputi dua bilah celurit, satu bilah samurai, satu corbek, satu gayung yang diduga digunakan untuk membawa cairan berbahaya, serta tiga unit sepeda motor.
"Seluruh pelaku berikut barang bukti kemudian dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut," kata Henik dalam keterangannya, Minggu.
Henik menegaskan, patroli rutin pada jam-jam rawan akan terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan terhadap aksi tawuran maupun tindak kriminal yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, kehadiran personel Brimob di lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif.
"Kami akan terus meningkatkan patroli preventif dan menindak tegas setiap aksi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat," ujar Henik.
Ia menambahkan, sinergi antara Brimob dan seluruh fungsi kepolisian akan terus diperkuat agar potensi gangguan keamanan dapat dicegah sedini mungkin sebelum menimbulkan korban.
"Sinergi dengan seluruh fungsi kepolisian terus diperkuat agar potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sedini mungkin sebelum menimbulkan korban," katanya.
Baca Juga: Bentrok Maut di Menteng Diduga Gara-gara Beli Nasi Uduk Tapi Ogah Bayar
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan indikasi tawuran, kepemilikan senjata tajam, maupun tindak kriminal lainnya melalui layanan darurat 110 atau kepada kantor kepolisian terdekat.
Menurut Henik, respons cepat dari masyarakat dan aparat menjadi salah satu kunci dalam mencegah aksi kekerasan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan tertib di wilayah Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Ketua Umum TP PKK Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Bantuan untuk Siswa dan Guru di Biak Numfor
-
Brimob dan Tim Perintis Presisi Ciduk 5 Remaja Tawuran di Jatinegara, Samurai Disita
-
8 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak di Perumahan, Dijamin Seru dan Heboh!
-
BNN Bongkar Penyelundupan Vape Berisi Etomidate dari Malaysia, Enam Tersangka Ditangkap
-
Waduh! Pembangunan Stadion Sudiang Makassar Telat, DPR Minta Kontraktor Ngebut
-
5 Sabun Cuci Muka Tanpa Alkohol yang Aman untuk Kulit Sensitif, Formulanya Ringan
-
Sudah Medical Check Up, Tapi Kapan Terakhir Kali Melakukan Financial Check Up?
-
Semua Potensi SAR Telah Dikerahkan Selamatkan Penumpang KMP Mutiara Sentosa 2
-
Penyebab Belum Diketahui, Begini Kronologi Kebakaran KM Mutiara Sentosa II
-
Melihat Pengarang Tidak Bekerja: Ketika Musuh Terbesar Penulis Adalah Dirinya Sendiri