News / Metropolitan
Senin, 03 Agustus 2026 | 13:14 WIB
Pagar besi setinggi 2,5 meter yang sempat berdiri kokoh di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, sudah tidak lagi terlihat pada Senin (3/8/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Pagar besi di Mal Kota Kasablanka telah dibongkar setelah sebelumnya memicu perbincangan publik di media sosial.
  • Pramono meminta pembongkaran karena pagar tersebut menciptakan kesan negatif bahwa ibu kota tidak aman.
  • Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyatakan pagar bertujuan menertibkan arus pengunjung serta memberikan pengamanan tambahan terhadap demonstrasi.

Suara.com - Pagar besi setinggi 2,5 meter yang sempat berdiri kokoh di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, sudah tidak lagi terlihat pada Senin (3/8/2026).

Pantauan terbaru di lokasi menunjukkan area depan mal tersebut kini hanya dibatasi jajaran cone berwarna oranye.

Sebelumnya, pagar besi berwarna abu-abu itu membentang sepanjang kurang lebih 100 meter dari pintu masuk kendaraan di Jalan Raya Casablanca hingga area pintu keluar dekat lobi utama.

Kemunculan pagar tersebut sempat memicu keramaian di media sosial karena dikaitkan dengan isu antisipasi unjuk rasa besar pada Agustus 2026.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, belum lama ini menjelaskan tujuan pemasangan pagar bukan untuk mengantisipasi demonstrasi semata.

Pagar besi setinggi 2,5 meter yang sempat berdiri kokoh di depan Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan, sudah tidak lagi terlihat pada Senin (3/8/2026). (Suara.com/Adiyoga)

"Sebetulnya kan tujuan utamanya adalah untuk supaya lebih menertibkan arus keluar masuk pengunjung. Kalau terbuka itu kan pengunjung bisa masuk dari mana saja, bisa keluar dari mana saja. Sehingga itu kan membahayakan lalu lintas sekitar," kata Alphonzus.

Ia turut menyinggung fungsi pagar sebagai batas pengamanan tambahan.

"Jadi saya kira itu juga sekalian untuk bisa memberikan satu, apa ya, batas pengaman lah begitu, terhadap demonstrasi-demonstrasi yang suka berlangsung," tuturnya.

Terkait itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kemudian meminta pengelola mal membongkar pagar tersebut karena dinilai dapat memunculkan kesan Jakarta tidak aman.

Baca Juga: Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten

Pramono menegaskan situasi keamanan Ibu Kota sebenarnya tetap terkendali.

Mal Kota Kasablanka (Kokas) di Jakarta Selatan mendadak jadi sorotan usai dipasangi pagar besi tinggi pada pekan lalu. (Suara.com/Adiyoga)

"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal, menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," ujar Pramono.

Informasi pembongkaran pagar sendiri mulai ramai di media sosial sejak Minggu (2/8/2026), hingga kondisi area depan mal kembali terbuka seperti semula.

Area yang sebelumnya tertutup pagar tinggi kini dihiasi dekorasi bertema Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81 bertuliskan "Dirgahayu RI".

Spanduk promosi Indonesia Shopping Festival periode 7-23 Agustus juga tampak terpasang di area lobi utama mal.

Namun, tetap belum ada penjelasan dari pihak manajemen mal terkait pemasangan pagar tinggi tersebut.

Hanya terdapat paparan singkat dari pendiri Pakuwon Group, Alexander Tedja bahwa pemasangan pagar murni inisiatif dari manajemen mal Kota Kasablanka dan bukan arahan dari pusat.

Load More