News / Metropolitan
Jum'at, 31 Juli 2026 | 22:22 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. [Suara.com/Adiyoga]
Baca 10 detik
  • Perumda Dharma Jaya mengelola lahan seluas 20 hektare di Legok Tangerang untuk peternakan sapi terintegrasi.
  • Fasilitas dari hulu hingga hilir dibangun untuk memperkuat ketersediaan pasokan daging sapi bagi warga Jakarta.
  • Pembangunan infrastruktur kawasan senilai satu triliun rupiah tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada November 2026.

Suara.com - Sebuah kawasan peternakan sapi terintegrasi tengah dikembangkan di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan DKI Jakarta.

Kawasan bernama Ciangir ini memiliki luas sekitar 20 hektare dan akan dikelola oleh Perumda Dharma Jaya, salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta.

Penggunaan lahan tersebut merupakan tindak lanjut dari persetujuan Barang Milik Daerah (BMD) yang diterbitkan Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta melalui Surat Nomor 1880/UD.02.01 tanggal 23 Juni 2026.

"Kawasan ini akan dikelola sebagai pusat penggemukan sapi modern yang mendukung ketersediaan pasokan daging sapi bagi masyarakat Jakarta," ujar Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, Jumat (31/7/2026).

Konsep kawasan ini dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Di sisi hulu, akan dibangun kandang penggemukan sapi, kandang karantina, gudang pakan, bunker silase, laboratorium, jembatan timbang, serta area loading dan unloading.

Sementara di sisi hilir, kawasan ini akan dilengkapi rumah potong hewan (RPH), cold storage, dan fasilitas pengolahan daging (meat processing).

Kawasan ini juga akan memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), perkantoran, serta cadangan lahan hijauan pakan ternak.

Pasokan pakan ternak di kawasan ini rencananya diproduksi secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi.

Baca Juga: Pramono Bakal Minta Pakuwon Lepas Pagar di Kota Kasablanka dan Blok M Plaza

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut peternakan sapi merupakan langkah awal pengembangan kawasan tersebut.

"Kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujar eks Sekretaris Kabinet itu.

Pembangunan infrastruktur kawasan akan dimulai pada November 2026 dengan total nilai investasi sekitar Rp1 triliun. Adapun pembangunan tahap pertama akan dipusatkan pada kawasan peternakan sapi.

Load More