- Pengamat Trubus Rahardiansah menyatakan pemasangan pagar tinggi di mal Kota Kasablanka tidak melanggar aturan hukum.
- Kurangnya komunikasi dari manajemen mal membuat isu pagar tinggi ini menjadi viral di media sosial.
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat meminta pembongkaran pagar yang kini telah direalisasikan pihak mal.
Suara.com - Kegaduhan yang muncul akibat pemasangan pagar tinggi di mal Kota Kasablanka (Kokas) bukan disebabkan oleh pelanggaran aturan, melainkan minimnya komunikasi dari pihak manajemen mal kepada publik.
Hal ini disorot pengamat kebijakan publik Prof. Trubus Rahardiansah, saat berbincang dengan Suara.com mengenai polemik pagar tinggi mal yang belakangan viral di media sosial tersebut.
Menurut Prof. Trubus, secara hukum pemasangan pagar tinggi oleh manajemen mal, dalam hal ini Pakuwon Group, tidak melanggar aturan apa pun karena berada di ranah privat milik perusahaan.
“Kalau private goods, ya biarin aja. Itu punya dia kan,” ujarnya melalui sambungan telepon, Senin (3/8/2026).
Namun, kebijakan yang diambil jadi terasa salah karena manajemen mal tidak segera memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai alasan pemasangan pagar selepas diviralkan.
Prof. Trubus menambahkan, sejatinya persoalan ini dapat diselesaikan secara sederhana apabila pihak mal terbuka menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut kepada publik.
“Dijelaskan saja, ini adalah ranah privat, gitu kan. Bangun pun juga mempertimbangkan sisi-sisi estetika, tapi tetap ranah privat,” tuturnya.
Ketiadaan penjelasan resmi inilah yang akhirnya membuat isu kian meluas dan viral di kalangan masyarakat.
Ditambah lagi, sikap bungkam manajemen sampai membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ikut turun gunung memberikan arahan pembongkaran pagar, yang menurut Prof. Trubus semestinya tidak perlu.
Baca Juga: Pagar Tinggi Mal Kota Kasablanka Kini Lenyap, Berganti Dekorasi HUT RI
“Kan itu bukan ranah publik, mestinya nggak perlu menghimbau untuk dibongkar,” kata Prof. Trubus.
Kini, pagar-pagar tinggi yang sempat terlihat di Kokas maupun mal-mal lain di Jakarta yang masih di bawah pengelolaan Pakuwon Group memang sudah dibongkar.
Namun, ada satu pelajaran berharga yang menurut Prof. Trubus tidak perlu terjadi lagi ke depannya.
Ia menyarankan agar pemerintah daerah, jika ingin bersikap, lebih baik mendorong pihak manajemen mal untuk membuka komunikasi dengan masyarakat.
“Lebih menghimbau untuk ini, membuka saja, memberikan penjelasan kepada masyarakat,” pungkas Prof. Trubus.
Berita Terkait
-
Pagar Tinggi Mal Kota Kasablanka Kini Lenyap, Berganti Dekorasi HUT RI
-
Ironi Ruang Kota: Ketika Mal Harus Terbuka, tapi "Rumah Rakyat" Dipagari Kawat Berduri
-
Pagar Tinggi Mal Picu Spekulasi, Polisi: Jangan Buat Gaduh, Jakarta Masih Aman!
-
James Riady Pastikan Mal Lippo Tak Dipagari
-
Jakarta Harus Terlihat Aman dan Hijau, Pramono Minta Mal Ganti Pagar Tinggi dengan Pohon
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Starting XI Timnas Indonesia vs Vietnam: Mitchell Baker Juru Gedor, Thom Haye Kunci
-
Bukan Pagar Malnya yang Salah, Diamnya Manajemen Dinilai Bikin Geram
-
Bobby Nasution: Sumut Siap Jadi Pusat Fashion Indonesia Lewat Wastra
-
Lapas Jadi Markas Penipuan Online, Polda Jatim Bongkar Sindikat Emas Palsu
-
Pembangunan RS Regional di Gowa Dekatkan Layanan Kesehatan di Wilayah Pegunungan
-
Jinakkan El Nino Pakai Garam Laut: Ide Brilian atau Malapetaka Baru?
-
Bahlil Buka Suara Soal Ekspor Mineral Tertahan, Kandungan Logam Tanah Jarang Jadi Sorotan
-
Erick Thohir Ketok Palu: Pemilihan Ketum PSSI Resmi Mundur ke Juli 2027, Ini Alasannya
-
Basarnas: Cuaca Buruk Jadi Tantangan Evakuasi Korban KMP Mutiara Sentosa II
-
Hujan Deras Tak Surutkan Militansi Suporter Garuda, Pakansari Membara Jelang Indonesia vs Vietnam