-
Media asing menyoroti risiko krisis fiskal Indonesia akibat tingginya pengeluaran anggaran pemerintah.
-
Ekonom menilai penerimaan pajak di bawah 10 persen mengancam keberlanjutan APBN nasional.
-
Beban bunga utang pemerintah kini menyedot lebih dari 20 persen pengeluaran APBN.
Suara.com - Sorotan media asing soal ekonomi Indonesia ramai kembali diperbincangkan. Bahkan dikalim ada yang meyinggung Indonesia bangkrut dan soal krisis.
Dua media yang disorot itu adalah koran Belanda, De Volkskrant dan media Australia The Australian. Akun Instagram @Informasi_malangraya menampilkan capture isi koran De Volkskrant dengan judul "Is Indonesië op weg naar bankroet?" atau "Apakah Indonesia sedang menuju kebangkrutan?.
Sementara dalam berita the Australian menampilkan judul Indonesia’s Central Bank Chief Quits Amid Crisis of Confidence’ yang diterbitkan pada 31 Juli.
Suara.com memverifikasi kedua berita itu. Khusus pemberitaan De Volkskrant, suara.com tidak menemukan koran fisiknya. Namun dalam situs resmi De Volkskrant (volkskrant.nl), media itu memang membahas soal ekonomi Indonesia. Hanya saja tidak menyebutkan kata 'bangkrut'.
"Zorgen over economie in Indonesië: crisis dreigt, maar president Prabowo blijft geld als water uitgeven (Kekhawatiran tentang ekonomi Indonesia: krisis membayangi, tetapi Presiden Prabowo terus menghamburkan uang seperti air)," begitu tulis De Volkskrant yang terbit pada 29 Juli 2026.
Sebelumnya berita media Belanda itu dikomentari Ekonom senior, Anthony Budiawan. Dia menilai judul De Volkskrant itu bukan sekadar dramatisasi belaka, melainkan sebuah analisa tajam yang seharusnya menjadi bahan reflektif bagi pemangku kebijakan dalam negeri.
"Dia (De Volkskrant) mempertanyakan karena memang ada beberapa indikasi yang dianggap bahwa ini menuju kebangkrutan. Mendapatkan kesulitan keuangan," kata Anthony dikutip dari YouTube Forum Keadilan TV pada Senin, (3/8/2026).
Anthony sendiri mengamini kalau Indonesia memang sudah mengalami krisis jika dilihat dari jumlah penerimaan negara. Kata Anthony, penerimaan pajak saat ini telah kurang dari 10 persen.
Selain itu beban pembiayaan utang pemerintah saat ini juga menjadi masalah tersendiri bagi kemampuan fiskal.
Baca Juga: Ekonomi Jakarta Melaju 5,59 Persen, Ini Strategi Pramono Menuju 50 Kota Global
Saat ini, lanjutnya, bunga utang yang harus dibayar sudah mencapai 20 persen lebih dari pengeluaran APBN.
"Nah, ini apakah kita masih sustain atau tidak? Keberlanjutannya bagaimana?," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
Terkini
-
Makan Kenyang Saja Tak Cukup, Indonesia Masih Hadapi Triple Burden of Malnutrition
-
Harga Motor Listrik ALVA Terbaru 2026: Cek Bedanya Cervo, Cervo X dan Cervo Q
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Capek Bersosialisai? Fenomena Social Battery Habis pada Anak Muda
-
KPK Bidik Aliran Uang di Kasus Imigrasi, SGD 8.500 Disita dari Ruang Kepala Imigrasi Jaksel
-
Chatib Basri Dikabarkan Jadi Kandidat Kuat Gubernur PFII, Prabowo Segera Tentukan Pilihan
-
Apakah Shio Naga Bakal Hoki pada Agustus 2026? Ini Ramalan Lengkapnya
-
Tebar Ancaman, Singapura Pakai "Senjata Baru" Saat Hadapi Timnas Indonesia
-
Penyebab Wangi Parfum Cepat Hilang di Kulit Kering, Ini Faktor dan Cara Mengatasinya
-
Strategi Repsol dan OLXmobbi Perkuat Layanan Purna Jual di GIIAS 2026