- Chief Economist PT SMF Martin Daniel Siyaranamual menyatakan pemerintah menghadapi tantangan pembiayaan pembangunan di tengah penurunan cadangan devisa.
- Pemerintah memiliki tiga pilihan alternatif kebijakan yaitu memangkas belanja negara, menaikkan pajak, atau menambah utang baru.
- Kebutuhan utang yang tinggi memaksa pemerintah menaikkan imbal hasil SUN sehingga memicu kenaikan biaya dana industri keuangan.
Suara.com - Chief Economist PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF Martin Daniel Siyaranamual menilai pemerintah menghadapi tantangan besar dalam membiayai pembangunan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan tren penurunan cadangan devisa.
Menurut Martin, dalam kondisi tersebut, pemerintah pada dasarnya hanya memiliki tiga pilihan, yakni memangkas belanja negara, menaikkan pajak, atau menambah utang.
"Kalau kita hanya mengandalkan cadangan devisa semata, jawabannya rada berat. Yang harus dilakukan ada dua kemungkinan. Yang pertama mengurangi belanja negara atau mengurangi konsumsi pemerintah, yang kedua kemungkinan berikutnya adalah menaikkan pajak," kata Martin kepada wartawan, dikutip Minggu (26/7/2026).
Namun, apabila dua opsi tersebut tidak ditempuh, pemerintah diperkirakan akan mengandalkan pembiayaan melalui penerbitan utang.
"Kalau misalnya kedua kemungkinan ini tidak bisa dilakukan atau tidak mau dilakukan oleh pemerintah, maka hanya tinggal sisa satu alternatif lagi, yaitu ngutang," ujarnya.
Martin menjelaskan kebutuhan pembiayaan pemerintah diperkirakan tetap tinggi di tengah konsumsi pemerintah yang masih besar. Sementara itu, cadangan devisa justru menunjukkan tren penurunan sejak awal tahun.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat pemerintah harus menawarkan imbal hasil (yield) yang lebih menarik agar surat utang negara diminati investor.
"Kalau dia kepengin berhutang banyak, maka dia harus menawarkan imbal hasil yang lebih menarik. Imbal hasil yang lebih agresif. Implikasinya ini, imbal hasil Surat Utang Negara itu cenderung mengalami kenaikan," ucapnya.
Kenaikan imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) tersebut, lanjut Martin, akan berdampak luas terhadap industri jasa keuangan karena menjadi acuan dalam penentuan biaya dana (cost of fund).
Baca Juga: Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
"Implikasinya terhadap seluruh lembaga pembiayaan, industri jasa keuangan, cost of fund mereka pasti akan naik. Enggak mungkin enggak. Kenapa? Karena kiblatnya, referensinya itu adalah imbal hasil Surat Utang Negara," katanya.
Ia mencontohkan PT SMF juga akan menghadapi konsekuensi serupa saat menerbitkan obligasi. Sebab, tingkat kupon yang ditawarkan harus berada di atas imbal hasil SUN sebagai acuan pasar.
"SMF pada saat menerbitkan obligasi, referensinya ya Surat Utang Negara. Enggak mungkin kami di bawah mereka. Pasti kami akan naik. Kalau mereka ikut naik, ya kami pasti akan lebih naik lagi," ungkap Martin.
Berita Terkait
-
Menkeu Ancam Kejar Peserta Tax Amnesty Bandel, PPATK Ikut Telusuri Dana Masuk
-
Mobil Listrik Bakal Kena Pajak di Jakarta, Mengapa Sekarang? Siapa yang Terdampak?
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya
-
Soal Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dirjen Pajak Minta Publik Tak Perlu Perbesar Isu
-
Demi Saingi Singapura-Dubai, Purbaya Kasih Insentif Pajak 0% hingga 50 Tahun ke Investor PFII
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat
-
70 Rumah Adat Ludes Dilalap Api, 420 Warga Cipta Mulya Sukabumi Mengungsi
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove Bersama Petani Lokal
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Libatkan Kelompok Tani Lokal untuk Pulihkan Ekosistem Pesisir
-
Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat
-
Sinopsis Meitantei no Mama de Ite, Drama Jepang Dibintangi Yoshikawa Ai
-
Tips Memilih Warna Bedak sesuai Warna Kulit untuk Makeup Flawless
-
3 Kombinasi Ombre Wardah Staylock Lip Matte Sesuai Undertone Kulit, Tahan 20 Jam Tanpa Crack!