News / Nasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, hadir di Istana Kepresidenan hari ini bersama 150 peneliti BRIN untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Kepala BRIN Arif Satria bersama 150 peneliti mendatangi Istana Kepresidenan untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo pada Kamis, 6 Agustus 2026.
  • Arif Satria memamerkan sepatu karet buatan fasilitas BRIN Serpong yang dikembangkan atas arahan Presiden dengan harga di bawah Rp80.000.
  • BRIN berencana menggandeng mitra industri untuk memproduksi massal sepatu murah tersebut guna membantu kebutuhan sekolah rakyat.

Suara.com - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, hadir di Istana Kepresidenan hari ini bersama 150 peneliti BRIN untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto.

Ada yang menarik dari penampilan Arif Satria saat tiba di Kompleks Istana, yakni sepatu yang ia kenakan.

Ia mengungkapkan, bahwa sepatu tersebut merupakan produk lokal hasil inovasi BRIN yang dikembangkan atas arahan langsung dari Presiden Prabowo.

"Ini sepatu BRIN produk lokal, ini pak Presiden juga pesen, ‘BRIN tolong dong bikin yang bisa menyelesaikan masalah sepatu’," ujar Arif saat memperlihatkan sepatu yang dipakai ke wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Saat ditanya mengenai asal produksi alas kaki tersebut, Arif menjelaskan bahwa sepatu itu merupakan hasil karya dari fasilitas BRIN di Serpong.

Menurutnya, sepatu ini memiliki keunggulan dari segi bahan dan harga yang sangat terjangkau.

"Buatan BRIN Serpong. Ini semuanya dari karet, harga murah, kurang dari Rp80 ribu," jelasnya.

Meski hari ini ada 150 peneliti yang diundang ke Istana, Arif menyebutkan bahwa belum semua peneliti mengenakan sepatu inovasi tersebut karena masih dalam tahap uji coba internal.

"Belum, baru kita coba, kalau enak baru," tambahnya.

Baca Juga: Prabowo Undang Peneliti BRIN ke Istana, Bahas Solusi Pangan hingga Teknologi Perahu Surya

Dalam kesempatan tersebut, Arif sempat menunjukkan sepatu itu kepada para awak media untuk membuktikan kualitasnya.

"Tuh kan ringan, bagus, murah," selorohnya.

Terkait rencana ke depan, BRIN berkomitmen untuk membawa produk ini ke tahap komersial agar bisa dinikmati masyarakat luas.

Arif menargetkan harga yang bervariasi namun tetap ekonomis, terutama untuk membantu kalangan pendidikan.

"Ya nanti kita akan mencari mitra industri supaya bisa produksi lebih banyak lagi. Ya saat ini harga kan bervariasi, motifnya, bahannya, sekitar 75ribuan. Ada juga yang di atas 100 juga ada," ungkap Arif.

Ia pun menegaskan bahwa sasaran utama dari inovasi sepatu murah ini adalah untuk kebutuhan sosial dan pendidikan.

"Ya memang nanti kita arahnya untuk bisa membantu sekolah rakyat," pungkasnya.

Load More