-
Pembongkaran gedung pascagempa Venezuela memicu protes warga karena menghambat pencarian korban hilang.
-
Pemerintah memulai rekonstruksi bangunan, sementara ribuan korban bertahan di pengungsian darurat.
-
Warga menolak direlokasi karena trauma masa lalu dan kekhawatiran kehilangan tempat tinggal.
Suara.com - Pemerintah Venezuela memulai pembongkaran sisa bangunan tidak stabil pasca gempa bumi kembar untuk meratakan lokasi bencana. Langkah pembersihan reruntuhan ini justru memicu penolakan keras dari warga yang masih kehilangan anggota keluarga.
Pembersihan puing menggunakan alat berat berisiko menghancurkan jasad korban yang belum terevakuasi di balik reruntuhan. Sejumlah keluarga korban memilih bertahan di tenda darurat demi memastikan proses pencarian tetap berjalan.
Glenda Viloria terus berjuang menemukan jenazah keponakannya yang berusia tiga tahun di reruntuhan kompleks perumahan OPPE 27.
"Saya berjanji tidak akan beristirahat sampai menemukan putranya, Mateo," tegas Viloria.
"Kami adalah keluarga yang sangat indah dan erat," ungkapnya dikutip dari Al .
Proses evakuasi kerap memaksa keluarga mengambil keputusan sulit di tengah keterbatasan akses alat berat. Viloria terpaksa mengambil langkah ekstrem saat menemukan jasad ibunya yang terjepit di celah beton sempit.
"Saya harus memberikan perintah agar jenazah ibu saya dipotong. Mereka harus melakukannya dengan gergaji. Tubuhnya sudah membusuk dan hampir meledak," katanya. "Ini adalah sesuatu yang sungguh tidak pernah bisa saya lupakan."
Meskipun tempat tinggalnya kini rata dengan tanah, Viloria menolak meninggalkan lokasi pembersihan.
"Saya tidak akan beristirahat," ujarnya.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Jepang Tembus 34 Orang, Masih Banyak Terjebak di Bangunan Runtuh
"Karena anak itu sudah seperti anak saya sendiri."
Aktivitas bantuan internasional dan tim penyelamat mulai menurun di area pesisir La Guaira. Jumlah kerumunan warga di sekitar area terdampak kini berkurang drastis dibanding hari pertama pascabencana.
Froylan Gerardo Robles dari Search and Rescue Mexico mencatat perubahan situasi yang sangat signifikan di lapangan. Pihaknya terus melanjutkan penyisiran malam hari bersama relawan lokal secara manual.
"Pada misi pertama, rasanya seperti masuk ke dalam film horor sejak kami datang ke sini," kata Robles kepada Al Jazeera.
"Tapi minggu ini, kami pergi bersama tim penyelamat lain untuk melihat lokasi lain, dan bahkan sudah tidak ada bangunan lagi di sana."
Pemerintah mencatat korban jiwa resmi telah melebihi angka 6.000 jiwa akibat gempa tersebut. Namun, ribuan orang lainnya diperkirakan masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek