News / Nasional
Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto (setkab.go.id)
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto berkomitmen memberikan investasi besar untuk pendidikan dan riset.
  • Pendanaan investasi berasal dari efisiensi anggaran negara, pemberantasan korupsi, serta pencegahan berbagai praktik kebocoran keuangan pemerintah.
  • Pemerintah akan memperbaiki infrastruktur sekolah, membangun sekolah unggulan berstandar internasional, serta mengirim mahasiswa belajar ke luar negeri.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memastikan pemerintah akan menggelontorkan investasi besar di sektor pendidikan dan riset nasional. Menurutnya, pendanaan program tersebut akan diperoleh dari hasil efisiensi anggaran serta pemberantasan praktik korupsi dan kebocoran keuangan negara.

Komitmen itu disampaikan Prabowo saat menerima 150 peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Prabowo mengatakan investasi di bidang pendidikan menjadi prioritas untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di tingkat global.

"Saya ingin investasi cukup besar di bidang pendidikan untuk generasi penerus kita. Saya ingin perbaiki semua sekolah, dari fisik," ujar Prabowo.

Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, pemerintah juga akan membangun sekolah-sekolah unggulan yang dikhususkan bagi siswa berprestasi.

"Kita juga membangun sekolah-sekolah unggulan untuk anak-anak terpintar. Bisa kita seleksi. Nanti mereka yang mengejar universitas-universitas terbaik di dunia," lanjutnya.

Prabowo mengungkapkan sekolah unggulan tersebut akan menggunakan kurikulum International Baccalaureate (IB) agar memiliki standar yang setara dengan sekolah terbaik di dunia.

"Di sekolah unggulan ini kita pakai kurikulum International Baccalaureate (IB). Dia harus sama dengan standar yang sama dengan yang terpintar di dunia," tegasnya.

Untuk pendidikan tinggi, pemerintah menyiapkan dua strategi utama, yakni mengirim mahasiswa terbaik belajar ke luar negeri dan memperluas kerja sama dengan universitas-universitas kelas dunia.

Baca Juga: Wacana Pergantian Kapolri Berisiko Rugikan Presiden Prabowo, Ini Penjelasan Analis Politik

Di sektor riset, Prabowo mengakui anggaran research and development (R&D) Indonesia masih jauh dari ideal. Karena itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan investasi di bidang tersebut.

"Investasi kita di bidang research and development sangat sedikit. Dan juga ke depan kita akan berusaha memperbaiki itu," tuturnya.

Prabowo menegaskan tambahan anggaran pendidikan dan riset akan bersumber dari penghematan belanja negara serta pemberantasan praktik-praktik yang merugikan keuangan negara.

"Dana itu dari mana? Dari penghematan, dari menghilangkan hal-hal yang korup, praktik-praktik koruptif, praktik-praktik penipuan (fraud), under invoicing," pungkasnya.

Load More