- CEO Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan pembangunan Kampung Haji Indonesia kepada Presiden Prabowo di Jakarta pada Kamis (6/8).
- Danantara menjajaki peluang kerja sama investasi kepemilikan Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah bersama Mada Group.
- Presiden Prabowo menekankan pentingnya perampingan struktur organisasi BUMN untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menghemat anggaran negara.
Suara.com - Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah dan Madinah terus menunjukkan perkembangan.
Presiden Prabowo Subianto menerima laporan langsung dari CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, yang menyampaikan bahwa proyek tersebut kini telah memasuki tahap pemilihan arsitek dan penyusunan konsep desain.
Usai bertemu Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (6/8), Rosan mengatakan Prabowo meminta pembaruan terkait desain dan visualisasi proyek yang diharapkan menjadi pusat layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
"Kita sudah proses untuk pemilihan arsiteknya, ilustrasinya seperti apa, Bapak Presiden minta di-update," kata Rosan kepada wartawan, dikutip dari ANTARA.
Laporan tersebut disampaikan setelah Rosan melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi, meliputi Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Dalam kunjungan itu, ia bertemu dengan Menteri Investasi Arab Saudi, penasihat Raja, serta sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas peluang kerja sama investasi.
Salah satu peluang yang tengah dijajaki adalah keterlibatan Danantara dalam pengelolaan Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz di Madinah. Menurut Rosan, Danantara mendapat tawaran untuk memiliki porsi kepemilikan di bandara tersebut.
"Kami juga membahas kerja sama di sektor bandara di Madinah. Salah satunya adalah tawaran agar Danantara memiliki porsi kepemilikan di airport Madinah," ujarnya.
Meski demikian, Rosan menegaskan tawaran tersebut masih dalam tahap penjajakan. Danantara saat ini masih melakukan komunikasi dan kajian bersama Mada International Holdings (Mada Group), perusahaan yang mengelola bandara tersebut.
Selain membahas proyek Kampung Haji, Rosan juga melaporkan agenda reformasi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Presiden Prabowo, kata dia, kembali menekankan pentingnya penyederhanaan struktur organisasi agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca Juga: Tak Sekadar Salurkan Pembiayaan, BSI Bangun Ekosistem UMKM Nasional Bersama Danantara
Arahan tersebut terutama ditujukan kepada BUMN-BUMN besar seperti Pertamina, PLN, dan perusahaan pelat merah lainnya, sehingga produktivitas meningkat dan biaya operasional dapat ditekan.
Menurut Rosan, hingga akhir Juli 2026 proses perampingan telah dilakukan terhadap 274 perusahaan di bawah Danantara.
Ia juga menyampaikan perkembangan berbagai proyek hilirisasi yang saat ini tengah dijalankan sebagai bagian dari strategi peningkatan nilai tambah industri nasional.
Sebelumnya, dalam Sidang Kabinet Paripurna pada Juli 2026, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa konsolidasi, penutupan, dan penggabungan ratusan BUMN diperkirakan mampu menghemat anggaran negara hingga Rp50 triliun. Penghematan tersebut berasal dari berkurangnya biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris, biaya sewa gedung, listrik, serta berbagai pengeluaran rutin lainnya.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN berkurang menjadi maksimal 350 perusahaan pada akhir 2026, dari sebelumnya mencapai 1.077 BUMN. Target tersebut, menurut Prabowo, telah disanggupi oleh Danantara sebagai pengelola aset negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Danantara Laporkan Progres Kampung Haji, Proyek Masuk Tahap Pemilihan Arsitek
-
Minat Investasi Tinggi, Bank Jago Catat 3,6 Juta Nasabah Sudah Terhubung Bibit
-
Lumbung Pangan yang Kian Tangguh: Menakar Otot Ekonomi Lampung di Tahun 2026
-
Titah Mark-up Mantan Ketua DPRD Ponorogo Berujung Bui
-
Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.131 Triliun pada 2025, Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
MAXUS Kenalkan Konsep Kemewahan Lewat MPV Listrik MIFA 7 dan MIFA 9 di GIIAS 2026
-
John Herdman Bongkar Target Besar Timnas Indonesia, Piala AFF 2026 Cuma Batu Loncatan
-
Ulasan Film Kado untuk Ibu: Renungan Indah Mengenai Kasih Sayang Orang Tua
-
Eks Pemain Liga Inggris Sebut Timnas Indonesia Punya Senjata Rahasia Bungkam Singapura
-
Wardah Tinted Sunscreen Perlu Ditimpa Bedak atau Tidak? Ini Penjelasan Berdasar Klaim Produk