Produksi Batu Bara Turun, Bahlil Klaim PNBP Justru Meningkat

Senin, 21 September 2026 | 18:51 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan PNBP batu bara meningkat pada 2026 meskipun produksinya menurun. . [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
BACA 10 DETIK
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan PNBP batu bara meningkat pada 2026 meskipun produksinya menurun.
  • Peningkatan pendapatan negara tersebut didorong oleh kebijakan pengetatan RKAB serta penataan suplai dan permintaan.
  • Penataan pasar global berhasil mengembalikan posisi tawar harga batu bara dan nikel Indonesia secara internasional.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor batu bara mengalami peningkatan pada tahun ini, meski produksinya mengalami penurunan dibanding 2025. Capaian tersebut ditopang oleh kebijakan pengetatan penerbitan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).

"Laporan dari Dirjen Minerba kepada saya, produksi batu bara itu tidak sebanyak di tahun 2025. Tetapi PNBP-nya lebih tinggi dibandingkan dengan 2025," kata Bahlil pada rangkaian agenda 'Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81' di Jakarta pada Senin (21/9/2026). 

Ia menambahkan bahwa pemerintah memang menghendaki volume produksi yang tidak terlalu besar dengan fokus utama pada optimalisasi pendapatan negara.

"Artinya, kita ingin produksinya tidak terlalu banyak, tapi pendapatan negara itu yang paling penting," katanya. 

Bahlil menyebut bahwa harga komoditas seperti nikel dan batu bara sebelumnya sangat bergantung pada pasar global.  Namun melalui penataan supply and demand, harga komoditas batubara dan nikel Indonesia  kembali diperhitungkan di pasar internasional. 

"Alhamdulillah, dengan penataan terhadap pengaturan supply and demand, harga batu bara Indonesia sekarang, sudah mulai ada marwahnya di mata internasional. Harga nikel sekarang, mulai tidak lagi dipermainkan secara leluasa oleh oknum-oknum tertentu. Inilah sebenarnya tujuan kita," kata Bahlil. 

Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), tercatat bahwa PNBP sektor minerba hingga Agustus 2026 telah mencapai Rp108,13 triliun, menyusul capaian PNBP sepanjang tahun 2025 yang berada di angka Rp135,16 triliun.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com