- Ubaid Matraji menyatakan alasan ekstrakurikuler tidak membenarkan penyimpanan ratusan senjata di Sekolah Harapan, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/8/2026).
- Kepolisian saat ini masih mendalami legalitas senjata serta temuan narkotika dan VCD porno di lingkungan sekolah tersebut.
- JPPI menegaskan penyelenggaraan kegiatan berisiko tinggi di sekolah wajib memiliki standar keselamatan dan aturan hukum yang ketat.
Suara.com - Dalih bahwa ratusan senjata yang ditemukan di lingkungan Sekolah Harapan, Pondok Pinang, Jakarta Selatan digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak dinilai tidak bisa dijadikan pembenaran.
Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji menegaskan label ekstrakurikuler tidak boleh menutupi aspek legalitas maupun keselamatan peserta didik.
Sebelumnya, kuasa hukum eks Ketua Yayasan Sekolah Harapan menyatakan ratusan senjata yang ditemukan merupakan milik PT Lokta Karya Perbakin dan disiapkan untuk kegiatan ekstrakurikuler olahraga menembak.
Namun, kepolisian masih mendalami asal-usul dan legalitas seluruh barang yang ditemukan, termasuk temuan narkotika dan VCD porno di lingkungan sekolah.
Menanggapi hal itu, Ubaid menilai alasan ekstrakurikuler tidak serta-merta membenarkan penyimpanan senjata di lingkungan pendidikan.
"Ekskul bukan cek kosong untuk membawa dan menumpuk senjata di sekolah. Airsoft gun memang bukan senjata api biasa, tetapi tetap merupakan benda berbahaya yang penggunaannya diatur secara ketat," kata Ubaid kepada Suara.com, Jumat (7/8/2026).
Menurutnya, olahraga menembak memang dapat diselenggarakan sebagai kegiatan sekolah. Namun, hal itu tidak berarti sekolah bebas menyimpan senjata tanpa standar keamanan yang memadai.
Ia juga menekankan bahwa penyimpanan, kepemilikan, serta penggunaan senjata tersebut harus dalam pengawasannya dan memenuhi ketentuan hukum.
"Pada prinsipnya olahraga menembak dapat diselenggarakan, tetapi tidak berarti sekolah bebas menyimpan dan menggunakan senjata sesuka hati. ini jelas harus dievaluasi," ujarnya.
Baca Juga: Temuan 995 Senjata di Sekolah Disebut Ancaman Serius bagi Keamanan Negara
Ubaid menambahkan, sekolah yang menyelenggarakan kegiatan berisiko tinggi justru harus memiliki standar keselamatan yang jauh lebih ketat dibandingkan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
"Harus ada asesmen risiko, SOP penggunaan dan penyimpanan, kontrol akses, pendamping profesional, persetujuan orang tua, pemeriksaan berkala, sampai mekanisme tanggap darurat," tegasnya.
Berita Terkait
-
Temuan 995 Senjata di Sekolah Disebut Ancaman Serius bagi Keamanan Negara
-
Temuan Senjata Api di Sekolah Jaksel Harus Diusut, Dalih Ekstrakurikuler Dipertanyakan
-
Geger 995 Senjata Api di Sekolah Jaksel, Komisi III DPR Desak Polisi Bongkar Jaringan Pelaku
-
Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api
-
Kronologi Temuan 995 Senpi, Narkoba dan VCD Porno di Sekolah Swasta Jaksel
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement