News / Metropolitan
Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:15 WIB
Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mengungkap temuan 995 pucuk senjata impor di sekolah swasta Pondok Pinang.
  • Polisi menyelidiki tujuan penyimpanan senjata dan memanggil mantan Ketua Yayasan, Indra Wargadalem, guna dimintai keterangan.
  • Pihak kepolisian memastikan sekolah tersebut tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Suara.com - Polda Metro Jaya mengungkap 995 pucuk senjata yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, merupakan barang impor.

Polisi kini mendalami tujuan impor ratusan senjata tersebut, termasuk alasan penyimpanannya dilakukan di lingkungan sekolah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik menemukan dokumen impor saat melakukan pendalaman bersama Direktorat Intelkam dan Polres Metro Jakarta Selatan.

"Ditemukan terkait surat impor RSI 5483/12/2008, ini impor terkait tentang softgun ataupun senapan angin," kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).

Budi menjelaskan, barang yang ditemukan terdiri atas 995 pucuk senjata angin, yakni empat senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

Meski dokumen impor telah ditemukan, polisi masih menyelidiki peruntukan sebenarnya dari ratusan senjata tersebut. Penyidik juga akan mendalami apakah penyimpanan senjata tersebut telah memenuhi ketentuan dalam Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2022.

Menurut Budi, setiap importir wajib melaporkan dokumen impor sekaligus lokasi penyimpanan senjata kepada kepolisian agar dapat diawasi oleh Direktorat Intelkam.

"Jadi importir, para importir ini harus wajib memberitahukan dokumen impor termasuk tempat penyimpanan," jelas Budi.

Apabila ditemukan pelanggaran administratif, polisi menyebut importir dapat dikenai sanksi berupa pencabutan izin impor. Sementara itu, kepemilikan satu pucuk senjata api yang turut ditemukan juga masih didalami.

Baca Juga: Penembakan Brutal Sekolah Nonthaburi Thailand, 7 Orang Tewas

"Termasuk yang berkaitan dengan dugaan senjata api yang satu pucuk, ini juga akan dilakukan pendalaman, apabila bukan yang bersangkutan memiliki hak sesuai dengan dokumen yang ada, dapat dikenakan sanksi Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951," ungkap Budi.

Dalam penyelidikan ini, polisi juga memastikan akan memanggil mantan Ketua Yayasan, Indra Wargadalem alias IWD, untuk dimintai keterangan terkait asal-usul, kepemilikan, hingga tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut.

Sekolah Islam Harapan Ibu yang menjadi lokasi temuan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, VCD porno serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja, Jakarta, Jumat (7/8/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Bukan untuk Ekskul Menembak

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan memastikan sekolah swasta tersebut tidak pernah memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak. Penegasan itu disampaikan setelah muncul klaim bahwa ratusan senjata tersebut merupakan inventaris kegiatan ekstrakurikuler.

Polisi mengaku hingga kini belum menemukan bukti yang mengaitkan temuan 995 pucuk senjata dengan aktivitas ekstrakurikuler.

Keterangan serupa juga disampaikan pihak yayasan berdasarkan informasi dari para guru yang telah lama mengajar di sekolah tersebut.

Kasus ini bermula dari olah tempat kejadian perkara (TKP) pada 10 Juli 2026 yang mengungkap keberadaan 995 pucuk senjata, satu pucuk senjata api, empat laras senjata panjang, serta sejumlah barang bukti lain.

Dalam pengembangan penyelidikan, polisi kembali menemukan tiga pucuk airsoft gun, narkotika yang diduga ganja dan sabu, serta mendapat informasi adanya ruangan menyerupai bunker yang hingga kini belum dapat dibuka karena seluruh kuncinya disebut masih dikuasai IWD.

Penyelidikan terhadap seluruh temuan tersebut hingga kekinian masih terus berlangsung.

Load More