-
Presiden Xi Jinping memecat jenderal senior Zhang Youxia dan Liu Zhenli atas dugaan korupsi berat.
-
Investigasi menemukan pelanggaran disiplin politik, penyalahgunaan jabatan untuk promosi, serta akumulasi kekayaan ilegal.
-
Pembersihan pimpinan Komisi Militer Pusat menyisakan dua pimpinan menjelang pertemuan penting bersama Presiden Donald Trump.
Suara.com - Langkah tegas Presiden Xi Jinping menyapu bersih korupsi jual beli jabatan di pucuk pimpinan militer China kembali memicu guncangan politik internal. Pemecatan dua pejabat tertinggi Komisi Militer Pusat (CMC) memangkas habis struktur komando militer tertinggi Tiongkok hingga hanya menyisakan dua orang pejabat.
Langkah drastis ini mengonfirmasi bahwa tidak ada tempat aman bagi perwira tinggi yang terbukti melanggar disiplin dan melakukan tindak pidana korupsi. Keputusan tersebut diambil setelah penyelidikan mendalam menemukan keterkaitan kuat antara penyalahgunaan wewenang politik dan kejahatan ekonomi.
Dua pejabat tinggi yang dicopot secara tidak hormat dari militer dan Partai Komunis China (PKC) adalah Wakil Ketua CMC Zhang Youxia serta Kepala Staf Departemen Staf Gabungan CMC Liu Zhenli. Proses pemecatan keduanya dilangsungkan melalui keputusan resmi dalam rapat Biro Politik Komite Sentral.
"Berdasarkan 'Peraturan Partai Komunis China tentang Sanksi Disiplin dan ketentuan terkait lainnya, setelah dibahas dalam rapat tetap Komisi Militer Pusat dan diajukan untuk dibahas dalam rapat Biro Politik Komite Sentral, diputuskan untuk memecat Zhang Youxia dan Liu Zhenli dari keanggotaan partai," demikian diberitakan media pemerintah China seperti yang diakses ANTARA di Beijing, Rabu.
Pemeriksaan intensif terhadap Zhang dan Liu telah bergulir sejak Januari 2026 sebelum akhirnya mereka dicopot dari jabatan komisi pada akhir Agustus. Hasil investigasi mengungkapkan bahwa kedua jenderal tersebut melakukan pelanggaran berat yang merusak integritas organisasi.
Dari pemeriksaan, disebutkan Zhang Youxia dan Liu Zhenli mengkhianati cita-cita awal dan misi mereka, menjauh dari partai secara pemikiran dan tindakan, kehilangan prinsip kepartaian, serta melanggar batas-batas yang tidak boleh dilampaui.
Penyelidik menemukan praktik pembentukan faksi internal serta penyalahgunaan kekuasaan untuk transaksi jabatan. Kedua pejabat tersebut terbukti menerima imbalan uang dalam jumlah besar demi memuluskan promosi pihak-pihak tertentu.
"Keduanya melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin dan aturan politik, membentuk kelompok-kelompok kecil, serta tidak setia dan tidak jujur kepada partai; melakukan pelanggaran berat terhadap disiplin organisasi dengan memanfaatkan jabatan untuk membantu orang lain memperoleh promosi jabatan dan keuntungan lainnya serta menerima uang dalam jumlah sangat besar," demikian disebutkan dalam pemberitaan tersebut.
Pelanggaran tersebut juga mencakup penerimaan gratifikasi yang menyalahi aturan serta kegagalan menjalankan fungsi pengawasan tata kelola partai secara ketat. Keduanya dinilai tidak mampu membina kerabat maupun staf pribadi di lingkaran terdekat mereka.
Keterkaitan antara penyalahgunaan wewenang dan akumulasi kekayaan ilegal menjadi titik berat skandal finansial ini. Sifat pelanggaran yang sistematis membuat kasus ini dilimpahkan langsung ke kejaksaan militer.
"Korupsi dan pengumpulan kekayaan berjalan bersamaan dengan kelalaian serta penyalahgunaan tugas. Nilai perkara sangat besar, sifat pelanggarannya amat serius, dan dampaknya sangat buruk," demikian tertulis.
Sanksi administratif dan pemecatan dari keanggotaan partai akan diresmikan dalam sidang pleno Komite Sentral berikutnya. Penindakan ini mempertegas komitmen tanpa kompromi dalam pembersihan internal militer Tiongkok.
"Penanganan tegas terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli sepenuhnya menunjukkan sikap jelas Komite Sentral Partai dan Komisi Militer Pusat untuk meneruskan perjuangan melawan korupsi hingga tuntas. Pemberantasan korupsi tidak mengenal area terlarang, mencakup semua pihak, dan menerapkan 'zero tolerance', tidak boleh ada tempat persembunyian bagi pelaku korupsi di tubuh militer,".
Pembersihan besar-besaran ini menyisakan Presiden Xi Jinping dan Zhang Shengmin sebagai dua figur tersisa di badan komando militer tertinggi tersebut. Zhang Shengmin merupakan jenderal Pasukan Roket PLA yang menjabat Wakil Ketua Kedua CMC sekaligus Wakil Sekretaris Komisi Pusat Inspeksi Disiplin.
Padahal, Zhang Youxia dan Liu Zhenli baru dilantik menduduki posisi strategis tersebut pada 12 Maret 2023 saat Kongres Rakyat Nasional (NPC) ke-14. Zhang Youxia sendiri merupakan pahlawan veteran perang perbatasan Vietnam pada tahun 1979 dan 1984 yang memiliki pengaruh kuat di lingkaran elit Politbiro.
Tindakan tegas ini berpatokan pada garis keras yang diusung pucuk pimpinan Tiongkok terkait bahaya korupsi. Presiden Xi pernah menyebut praktik korupsi sebagai ancaman terbesar bagi Partai Komunis China, dan "Perjuangan melawan korupsi tetap menjadi masalah yang serius dan rumit.
Langkah pembersihan jenderal senior ini mengemuka hanya beberapa hari sebelum agenda pertemuan Presiden Xi Jinping dengan Presiden AS Donald Trump. Selain itu, momentum ini bertepatan menjelang agenda krusial sidang internal partai yang akan membedah konsolidasi tata kelola dan disiplin organisasi.