- Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan tidak ada tenaga kesehatan Pemprov DKI yang mencibir pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan.
- Kasus bermula dari unggahan keluhan antrean rumah sakit di media sosial pada 22 Juli 2026 sebelum Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
- Konsil Kesehatan Indonesia sedang menyelidiki sepuluh tenaga medis terkait dugaan komentar nirempati.
Suara.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan tidak ada tenaga kesehatan atau nakes yang terlibat dalam kasus komentar bernada mencibir terhadap pasien BPJS Kesehatan, almarhum Yurizal Tri Chaerawan.
Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengaku telah menelusuri informasi mengenai tenaga kesehatan yang diduga memberikan komentar nirempati kepada korban.
"Dari lima tenaga kesehatan dan tenaga medis yang terindikasi melakukan pencibiran, tidak ada satupun yang merupakan nakes yang bekerja di fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI," kata Ani dikutip dari ANTARA, Jumat (7/8/2026).
Meski demikian, Ani menegaskan pembinaan terhadap tenaga kesehatan tetap menjadi perhatian.
Menurut dia, penanganan dugaan pelanggaran etik merupakan tanggung jawab bersama antara Dinas Kesehatan, organisasi profesi, dan pimpinan rumah sakit tempat tenaga kesehatan tersebut bekerja.
"Secara detail, tanggung jawab tindakannya akan dilanjutkan pimpinan dari rumah sakit," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah meminta Dinkes menelusuri kemungkinan adanya tenaga kesehatan di bawah naungan Pemprov DKI yang ikut memberikan komentar tidak berempati terhadap Yurizal.
Pramono juga mengingatkan seluruh nakes di Jakarta agar tidak meremehkan pasien BPJS karena hak peserta BPJS Kesehatan dilindungi undang-undang.
Kasus ini bermula dari unggahan Yurizal Tri Chaerawan di media sosial Threads pada 22 Juli 2026. Saat itu, peserta BPJS Kesehatan tersebut mengeluhkan harus menunggu sekitar delapan jam untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit.
Baca Juga: Fakta Baru Temuan 995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel, Ada Senjata Api Buatan Italia
Unggahan itu kemudian memicu berbagai komentar bernada negatif yang diduga berasal dari sejumlah tenaga kesehatan. Polemik semakin meluas setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), dr. Elda Putri Rahardini.
UGM telah membuka investigasi atas dugaan pelanggaran etik tersebut dan menyatakan akan menjatuhkan sanksi apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap kode etik, disiplin profesi, maupun aturan akademik.
Di sisi lain, dr. Elda bersama sejumlah tenaga kesehatan lain yang sempat mengomentari unggahan Yurizal telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Kasus ini juga mendapat perhatian Kementerian Kesehatan dan Konsil Kesehatan Indonesia (KKI).
KKI mengidentifikasi sedikitnya 10 tenaga kesehatan dan tenaga medis yang diduga menyampaikan komentar tidak berempati terhadap almarhum Yurizal dan kini tengah melakukan investigasi lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Dinkes DKI: Tak Ada Nakes Pemprov yang Cibir Pasien BPJS Yurizal
-
Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit
-
The Caffeine Club Hadir di Bandung, Bisa Ngopi Setiap Hari Selama Sebulan
-
Gubernur Sulsel Minta Tambah Sekolah Rakyat di Makassar, Siapkan Lahan 20 Hektare
-
Indonesia Lolos Grand Final Mobile Legends Esports Nations Cup 2026
-
140 Ton Sampah Kedaung Kali Angke Dibersihkan, DLH Kerahkan Alat Berat dan Belasan Truk
-
6 Cara Mengatasi Jam Tangan Berembun di Bagian Dalam Kaca
-
FPI hingga Emak-emak Petamburan Aksi di Tanah Abang, Suarakan Tolak Peredaran Tramadol
-
Istana Bantah Rumor Surpres Ganti Kapolri: Sampai Hari Ini Belum Ada
-
Dibandingkan dengan Marc Marquez, Alex Marquez Mengaku Sempat Alami Tekanan