- Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan penyelesaian IEU-CEPA dalam rapat di Istana Kepresidenan Jakarta pada 21 September 2026.
- Dokumen IEU-CEPA sedang disiapkan dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dilanjutkan ratifikasi oleh Indonesia.
- Kesepakatan tersebut diproyeksikan memperluas akses pasar serta meningkatkan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar proses penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) segera dituntaskan.
“Tadi Bapak Presiden juga minta agar IEU CEPA itu segera diselesaikan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/9/2026).
Airlangga menyampaikan, IEU-CEPA saat ini tengah memasuki tahapan penyelesaian dokumen dalam bahasa Inggris untuk selanjutnya menjalani proses di Parlemen Eropa.
Setelah tahapan tersebut, Indonesia juga akan melanjutkan proses ratifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.
“IEU CEPA diharapkan sekarang dalam proses untuk diproses dalam kelengkapan bahannya dalam bahasa Inggris untuk dibawa ke Parlemen Eropa dan dari situ baru kita, dalam versi kita, untuk dibawa ke Parlemen untuk ratifikasi,” ujar Airlangga.
Sebelumnya, berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 22 Agustus 2026 lalu, IEU-CEPA telah memasuki tahap akhir menuju penandatanganan dan ratifikasi.
Kesepakatan tersebut diproyeksikan memperluas akses pasar, meningkatkan perdagangan dan investasi, serta memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Uni Eropa.
Airlangga menyampaikan, adanya rencana kunjungan Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa Maroš Šefovi ke Indonesia.
Selain itu, terdapat rencana kunjungan pimpinan Uni Eropa ke Indonesia pada akhir Oktober atau awal November 2026.
“Memang dalam IEU CEPA itu sendiri ada rencana daripada Komisioner Maroš untuk datang ke Indonesia dan juga ada rencana dari Presiden EU untuk datang ke Indonesia di akhir Oktober ataupun awal November,” kata Airlangga.
Percepatan penyelesaian IEU-CEPA menegaskan komitmen pemerintahan Prabowo untuk memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
Pemerintah menargetkan proses ratifikasi berlangsung pada semester kedua 2026 sehingga perjanjian tersebut dapat mulai diterapkan pada awal 2027.