News / Internasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 10:37 WIB
Aktivitas di Terusan Suez. [AFP]
Baca 10 detik
  • Kapal tanker Arab Saudi menyamarkan rute tujuan ke Mesir untuk menghindari serangan kelompok Houthi.

  • Perusahaan pelayaran mematikan sinyal transponder guna menyembunyikan aktivitas pemuatan minyak di Pelabuhan Yanbu.

  • Arab Saudi mengalihkan pengiriman minyak ke pelabuhan Mesir demi menjaga kelancaran ekspor energi global.

Suara.com - Kapal tanker yang mengangkut minyak Arab Saudi kini sengaja memanipulasi sinyal navigasi dengan mengarahkan tujuan ke Mesir demi menghindari gempuran kelompok Houthi.

Langkah menyamarkan lokasi pelabuhan asal ini menjadi taktik terbaru perusahaan pelayaran untuk mengamankan pasokan energi global dari gangguan militer Yaman.

Dikutip dari Businessinsider Afrika, siasat ini mencuat setelah kelompok dukungan Iran tersebut secara resmi mengumumkan pembatasan akses ke pelabuhan Arab Saudi dan meningkatkan intensitas serangan di Laut Merah sejak akhir Juli.

alternatif terusan suez atau terusan ben gurion (twitter adliehassan)

Milisi Houthi bahkan mengancam akan memperluas area gempuran hingga ke wilayah utara Laut Merah tempat Saudi Aramco biasa mengalihkan jalur kapalnya.

Taktik pengelabuan ini terbukti lewat pergerakan kapal Sea Majesty yang melintas di Terusan Suez minggu ini dengan kondisi sarat muatan setelah mematikan pelacak otomatisnya.

Lembaga pemantau kapal Vortexa dan Kpler mengonfirmasi melalui citra satelit bahwa kapal Sea Majesty mengangkut minyak dari Pelabuhan Yanbu di Arab Saudi.

Anehnya, sistem navigasi kapal tersebut tidak pernah mencantumkan Arab Saudi sebagai tujuan, melainkan mendaftarkan Ain Sukhna di Mesir.

Kasus serupa terjadi pada kapal Maran Thetis yang memancarkan sinyal menuju Terusan Suez saat berhenti di Teluk Aden pada akhir Juli lalu.

Ketika terdeteksi kembali di sistem pelacak, kapal tersebut sudah terisi penuh oleh muatan minyak yang diduga kuat berasal dari Pelabuhan Yanbu.

Baca Juga: Kapal Tanker Minyak Dunia Lewat di Selat Bab al-Mandeb Dipastikan Gratis

Pelabuhan Ain Sukhna sendiri memiliki tangki penyimpanan strategis dan jaringan pipa pendukung distribusi minyak menuju jalur perdagangan Asia-Eropa.

Pemerintah Arab Saudi kini semakin bergantung pada fasilitas Ain Sukhna dan Sidi Kerir di Mesir karena lokasinya jauh dari jangkauan markas Houthi.

Strategi penyamaran ini mencerminkan kepanikan industri pelayaran yang berupaya menyembunyikan lalu lintas kapal di kawasan konflik Laut Merah dan Selat Hormuz.

Sejumlah kapal lain seperti Front Empire dan DHT Gazelle juga menerapkan teknik mematikan sinyal pelacak sebelum keluar melalui Terusan Suez.

Langkah berani ini terbukti efektif menjaga kestabilan angka ekspor minyak Arab Saudi di tengah situasi keamanan maritim yang semakin berisiko.

Namun, tingkat keamanan pelabuhan di Mesir berpotensi memburuk jika kelompok Houthi merealisasikan ancaman untuk memperluas jangkauan rudal mereka.

Ancaman keamanan di koridor utama pelayaran ini sebelumnya telah memaksa sebagian besar kapal pengangkut minyak Saudi dan Rusia memutar jauh mengelilingi Benua Afrika.

Untuk memangkas waktu pengiriman ke pasar Asia, Arab Saudi mengalihkan sebagian minyak mentah dari Yanbu menuju Pelabuhan Sidi Kerir di Laut Tengah.

Pengalihan rute ini memungkinkan para pembeli asal Asia mengambil pasokan minyak dari kawasan Laut Tengah tanpa harus menembus bahaya di Laut Merah.

Load More