News / Internasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Gempa magnitudo 7,4 mengguncang Kolombia, menewaskan ratusan warga dan melumpuhkan transportasi udara nasional. (Antara)
Baca 10 detik
  • Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang Departemen Choco, Kolombia, pada Senin, 10 Agustus 2026, pagi.
  • Sumber gempa merupakan gempa intralempeng dalam di Lempeng Nazca yang menunjam ke bawah Lempeng Amerika Selatan.
  • Getaran dirasakan sangat luas di Kolombia, Venezuela, Ekuador, dan Panama, serta diikuti dua gempa susulan.

Salah satunya adalah Nido Sísmico de Bucaramanga, yang dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan gempa menengah tertinggi di dunia.

Mengapa Getarannya Terasa Sangat Luas?

Data teknis menunjukkan gempa 10 Agustus memiliki magnitudo momen (Mw) 7,4 dengan durasi patahan sekitar 12,5 detik.

Model ShakeMap USGS memperkirakan intensitas maksimum mencapai VII atau kategori sangat kuat dalam skala Mercalli Modifikasi.

Meski demikian, dampak di permukaan relatif lebih terbatas dibandingkan gempa dengan magnitudo serupa yang terjadi lebih dangkal.

Sebaliknya, jangkauan wilayah yang merasakan getaran justru sangat luas.

Guncangan dilaporkan terasa hingga Bogotá, Medellín, Cali, dan kawasan Eje Cafetero.

Getaran bahkan dirasakan di sejumlah wilayah Venezuela, Ekuador, dan Panama.

Bukan Sekadar Pergeseran di Permukaan

Baca Juga: Detik-Detik Menegangkan, Tim SAR Evakuasi Bayi 6 Bulan dari Reruntuhan Gempa Kolombia

Secara geofisika, salah satu penjelasan yang digunakan untuk memahami gempa dalam seperti ini berkaitan dengan proses dehidrasi mineral di dalam lempeng samudra yang menunjam.

Ketika Lempeng Nazca bergerak semakin dalam, mineral yang mengandung air dapat mengalami perubahan dan melepaskan cairan.

Proses tersebut dapat meningkatkan tekanan pori secara lokal sehingga mempermudah terjadinya patahan di dalam lempeng.

Dengan kata lain, gempa ini bukan terutama disebabkan oleh pergeseran pada batas dua lempeng di permukaan.

Sumbernya berada jauh di dalam Lempeng Nazca yang sedang menunjam ke bawah Amerika Selatan.

Dua Gempa Susulan Tercatat

Setelah gempa utama, SGC mencatat sejumlah aktivitas susulan, termasuk gempa berkekuatan 2,8 dan 4,8.

Gempa berkekuatan 4,8 dilaporkan cukup luas dirasakan masyarakat.

Perubahan angka kedalaman maupun parameter gempa dalam laporan awal merupakan hal yang lazim.

Data biasanya diperbarui setelah stasiun pemantau mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai lokasi dan karakteristik sumber gempa.

Sejarah kegempaan kawasan barat Kolombia juga menunjukkan bahwa wilayah tersebut memiliki potensi gempa besar.

Gempa Tumaco pada 1906 mencapai Mw 8,8 dan gempa 1979 mencapai Mw 8,2, keduanya bahkan memicu tsunami.

Sementara itu, gempa Murindó 1992 tercatat Mw 7,2 dan gempa Chocó 1995 mencapai Mw 6,6.

Lokasi gempa 2026 berada relatif dekat dengan wilayah yang pernah mengalami gempa besar pada 1995.

Load More