News / Nasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Studi terbaru menemukan bahwa hutan bakau mulai pulih di tengah derasnya perubahan iklim (dok.Pexels)

Ekosistem tersebut juga menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting yang menjadi sumber penghidupan bagi jutaan orang yang bergantung pada sektor perikanan.

Bakau menunjukkan kemampuan beradaptasi
Hutan bakau juga menghadapi ancaman yang semakin besar akibat perubahan iklim.

Pemanasan global dapat memperparah tekanan terhadap ekosistem ini melalui kekeringan yang lebih panjang, badai dan kenaikan permukaan laut.

Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa bakau memiliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.

Sejak 2010, luas hutan bakau justru bertambah lebih dari 2.000 kilometer persegi. Ekosistem ini juga mulai berkembang di sejumlah kawasan pesisir baru, terutama wilayah yang memiliki endapan lumpur.

Temuan tersebut dinilai menarik karena kenaikan permukaan laut sebelumnya diperkirakan akan semakin mempersempit ruang bagi bakau untuk tumbuh.

Salah satu dugaan peneliti adalah material sedimen yang dibawa aliran sungai ke wilayah pesisir. Endapan tersebut kemudian membentuk daratan baru yang dapat menjadi tempat tumbuh bakau.

Temuan ini menunjukkan bahwa hutan bakau memiliki daya lenting atau resilience yang cukup tinggi dalam menghadapi perubahan lingkungan.

Namun, bertambahnya luas kawasan bakau tidak berarti seluruh ekosistem tersebut telah pulih.

Baca Juga: Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Masih banyak wilayah pesisir yang kehilangan bakau akibat aktivitas manusia dan belum kembali ditumbuhi vegetasi tersebut.

Sebagian hutan bakau juga masih mengalami degradasi. Kondisinya antara lain ditandai dengan semakin menipisnya tutupan pohon akibat penebangan, pencemaran, serta cuaca ekstrem yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Karena itu, perkembangan positif tersebut tidak dapat menjadi alasan untuk mengurangi upaya konservasi.

Para peneliti tetap menekankan pentingnya perlindungan, restorasi dan pemantauan hutan bakau. Upaya tersebut diperlukan agar manfaat bakau bagi iklim, keanekaragaman hayati dan masyarakat pesisir dapat terus dipertahankan.

Penulis: Chairunisa

Load More