News / Nasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB
Studi terbaru menemukan bahwa hutan bakau mulai pulih di tengah derasnya perubahan iklim (dok.Pexels)

Suara.com - Selama puluhan tahun, hutan bakau di berbagai wilayah dunia terus menyusut akibat alih fungsi lahan, pembangunan pesisir hingga pembukaan tambak.

Antara 1980 dan 2010, dunia kehilangan lebih dari 12.000 kilometer persegi hutan bakau. Luas tersebut setara dengan wilayah Jamaika.

Hilangnya ekosistem bakau bukan hanya mengurangi tutupan hutan di kawasan pesisir. Berkurangnya bakau juga berarti semakin sedikit penyerap karbon alami yang dapat membantu menekan laju perubahan iklim.

Hutan bakau dikenal mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar, baik di dalam biomassa maupun sedimennya. Karbon yang tersimpan di ekosistem tersebut dapat bertahan selama ratusan hingga ribuan tahun.

Namun, sebuah studi terbaru yang menganalisis data global selama hampir empat dekade menunjukkan adanya perkembangan yang lebih positif.

Kehilangan hutan bakau tidak lagi berlangsung separah sebelumnya. Bahkan, sejak 2010, luas hutan bakau global disebut bertambah lebih dari 2.000 kilometer persegi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa upaya konservasi dan rehabilitasi mulai memberikan hasil.

Mengapa hutan bakau penting?

Kesadaran mengenai pentingnya hutan bakau kini semakin meningkat. Ekosistem ini tidak hanya berperan bagi lingkungan dan iklim, tetapi juga menopang kehidupan masyarakat di kawasan pesisir.

Baca Juga: Dukung Penyerapan Blue Carbon dan Berdayakan Masyarakat, BTN Tanam 10.000 Mangrove di Kuta Bali

Dulu, kawasan bakau kerap dipandang sebagai lahan yang dapat dialihfungsikan menjadi tambak, perkebunan, atau bahkan tempat pembuangan limbah.

Kini, bakau dipandang sebagai salah satu ekosistem pesisir yang memiliki banyak manfaat.

Dari sisi ekologi, hutan bakau menjadi habitat bagi berbagai jenis satwa, mulai dari ikan, reptil hingga mamalia. Ekosistem ini juga mendukung rantai makanan dan menjadi tempat berkembang biak berbagai spesies yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Bakau juga dikenal sebagai salah satu penyimpan karbon yang efektif. Studi tersebut menyoroti kemampuan ekosistem bakau menyimpan karbon dalam jumlah lebih besar dibandingkan banyak ekosistem hutan daratan.

Manfaatnya juga dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir.

Hutan bakau dapat membantu meredam gelombang, mengurangi abrasi, serta menekan risiko banjir rob dan erosi.

Load More