Suara.com - Banyak proses produksi industri membutuhkan reaksi kimia yang berlangsung cepat dan efisien. Salah satu teknologi yang membantu mempercepat proses tersebut adalah katalis, zat yang bekerja dalam jumlah relatif kecil tetapi berperan penting dalam reaksi kimia.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebut sekitar 90 persen sektor industri menggunakan proses katalisis dalam kegiatan produksinya.
Katalisis merupakan proses yang mempercepat reaksi kimia dengan bantuan katalis. Zat ini membantu reaksi berlangsung melalui jalur yang lebih mudah sehingga energi yang dibutuhkan dapat ditekan.
Dengan proses tersebut, industri tidak hanya dapat mempercepat produksi, tetapi juga mengurangi kebutuhan energi dan penggunaan bahan baku.
Karena itu, pengembangan katalis kini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kecepatan reaksi. Teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya membuat proses industri lebih efisien sekaligus mengurangi limbah.
Mencari reaksi dengan energi lebih rendah
BRIN mengembangkan sejumlah riset untuk membuat proses kimia berlangsung lebih presisi dan membutuhkan energi lebih rendah.
Peneliti BRIN Hanggara Sudrajat, misalnya, mengembangkan riset kimia presisi melalui desain katalis dan desain reaksi.
Salah satu pendekatan yang digunakan adalah mencari jalur reaksi dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Energi aktivasi merupakan energi minimum yang diperlukan agar suatu reaksi kimia dapat berlangsung.
Baca Juga: Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
Semakin rendah energi yang dibutuhkan untuk memulai reaksi, semakin besar peluang proses tersebut dilakukan dengan penggunaan energi yang lebih efisien.
Namun, pengembangan teknologi katalisis tidak cukup dilakukan di laboratorium. BRIN menilai diperlukan kolaborasi antara peneliti, akademisi dan industri agar hasil riset dapat dikembangkan dan diterapkan dalam skala yang lebih luas.
“Pengembangan teknologi katalisis di Indonesia membutuhkan ekosistem riset yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari peneliti, akademisi, hingga mitra industri. Sinergi tersebut menjadi kunci untuk mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri nasional,” kata Taqii dalam siaran pers BRIN yang dirilis 10 Agustus.
Katalis dan kimia hijau
Pengembangan katalis juga berkaitan dengan konsep kimia hijau, yaitu pendekatan untuk merancang proses dan produk kimia dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.
Dalam konteks industri, proses katalitik dapat membantu mengurangi penggunaan energi dan bahan baku serta meminimalkan limbah yang dihasilkan selama proses produksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Seukuran Paspor dan Bobot 201 Gram, Galaxy Z Fold8 Terasa Lebih Praktis Dibawa
-
Viral Video Lafalkan Al Quran demi Miras, Polisi Mulai Panggil Pihak Terkait
-
BRIN Ungkap Peran Katalis dalam Mendorong Efisiensi Industri, Benarkah Bisa Hemat Energi?
-
Jangan Beli Tiket Kereta di Aplikasi KAI, Lagi Eror Hingga Jam 11 Malam
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?
-
Nyamar Mirip Truk DLH, Perusahaan Pembuang Sampah Ilegal di Cilincing Kena Sanksi Rp10 Juta
-
Pemerintah Diskon 50% Iuran JKK-JKM untuk Pekerja di Sektor Sampah
-
Profil Jessica Mila Disorot Usai Pulau Padar Viral, Begini Perjalanan Karier Sang Aktris
-
Ojol Bakal Diposisikan sebagai UMKM, Ini Keuntungan yang Disiapkan Pemerintah
-
Pengungkapan 1,3 Ton Ketamine di Natuna, Komisi III Dorong Penerapan TPPU