Suara.com - Pemred Suara.com, Suwarjono menyampaikan pemaparan diskusi "Keberlanjutan Media dan Ekosistem" yang digelar di Hotel Whiz Luxe Spasio, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).
Industri media Indonesia menghadapi perubahan besar akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), pesatnya media sosial, serta perubahan perilaku audiens. Kondisi ini membuat perusahaan pers perlu menyesuaikan strategi bisnis dan distribusi konten.
CEO Suara.com Suwarjono mengatakan generasi Z kini lebih banyak mencari informasi melalui TikTok, Instagram Reels, dan YouTube sebelum mengakses situs berita. Kondisi tersebut ikut menekan trafik sejumlah media.
Menurutnya, media lokal harus memperkuat konten yang memiliki nilai tambah seperti laporan mendalam, investigasi, explainer, dan storytelling. Konten semacam ini dinilai menjadi pembeda dari informasi singkat yang beredar di media sosial.
Perkembangan AI juga mendorong media beralih dari strategi SEO menuju Generative Engine Optimization (GEO). Media lokal dinilai punya peluang karena informasi berbasis komunitas menjadi salah satu kebutuhan AI untuk menghasilkan jawaban yang relevan.
Selain memanfaatkan AI, media lokal didorong membangun komunitas dan mencari sumber pendapatan alternatif. Suwarjono menilai kekuatan komunitas dapat menjadi modal bisnis sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah persaingan dengan kreator konten.
Tag
Berita Terkait
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Saat AI Makin Boros, Teknologi Ini Hadir untuk Mengendalikan Konsumsi Token
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran
-
Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?
-
Desain Estetik tapi Bikin Gerah, Pramono Janji Benahi Halte Rasuna Said
-
InJourney Semarakkan ASTINDO Travel Fair 2026 dengan Deretan Promo Eksklusif
-
Warna Earth Tone untuk Rumah Bawa Keberuntungan, Ini Cara Menerapkannya sesuai Feng Shui
-
Review Film A New Dawn: Potret Puitis Perubahan Zaman dan Kenangan Manusia
-
Indonesia Tak Baik-baik Saja, Guru Besar UGM Soroti Ketimpangan dan Dominasi Oligarki