-
Diana berhasil dievakuasi selamat setelah terjebak 30 jam di bawah reruntuhan gempa Cali.
-
Gempa M 7,4 menyebabkan 96 orang tewas dan menghancurkan puluhan bangunan di Kolombia.
-
Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional dan mengerahkan militer untuk menyalurkan bantuan.
Suara.com - Petugas penyelamat gabungan berhasil mengeluarkan seorang wanita bernama Diana dari timbunan bangunan runtuh di Kota Cali, Kolombia, Selasa (11/8/2026) waktu setempat. Perempuan tersebut bertahan hidup selama hampir 30 jam pascagempa dahsyat bermagnitudo 7,4 yang menghancurkan kawasan tersebut.
Keberhasilan evakuasi ini menjadi titik terang di tengah kepungan kehancuran fisik dan jatuhnya ratusan korban jiwa. Wali Kota Cali Alejandro Eder mengonfirmasi langsung kabar penyelamatan penyintas tersebut kepada publik melalui saluran resminya.
"Bersyukur, berkat seluruh tim penyelamat dan relawan, Diana berhasil diselamatkan!" kata Eder melalui platform X.
Tim SAR asal Bogota menemukan lokasi tempat Diana terperangkap dalam keadaan bernapas dan responsif. Sebelum proses pengangkatan berlangsung, personel di lapangan telah menyiapkan jalur evakuasi darurat secara hati-hati.
Petugas menarik tubuh Diana keluar dari puing-puing pada Selasa siang dengan kondisi kesehatan yang dilaporkan relatif stabil.
Bagaimana Kondisi Kerusakan dan Korban Jiwa di Kota Cali?
Dampak getaran kuat membuat puluhan infrastruktur fisik di Kota Cali hancur berantakan dalam hitungan detik.
Data pemerintah lokal mencatat 96 warga meninggal dunia serta 949 orang lainnya mengalami luka-luka.
Guncangan meluluhlantakkan 45 bangunan hingga rata dengan tanah dan merusak sebagian struktur 93 hunian warga.
Baca Juga: Kemlu Pastikan Seluruh WNI Selamat Pasca Gempa Bumi Dahsyat Kolombia
Upaya pencarian terus memacu waktu karena masih ada 239 orang yang dilaporkan terperangkap di bawah bangunan runtuh.
Sejauh ini regu penolong telah mengevaluasi dan menyelamatkan total 86 korban dari berbagai lokasi reruntuhan.
Bagaimana Pemerintah Kolombia Merespons Bencana Ini?
Pemerintah pusat langsung mengambil langkah darurat menyusul kerusakan masif yang meluas ke berbagai wilayah.
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menginstruksikan pemerintah dan pimpinan militer untuk memastikan pendistribusian sumber daya yang diperlukan ke daerah-daerah terdampak.
Langkah taktis ini diambil agar bantuan logistik dan alat berat bisa segera menembus kawasan terisolasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin: Ketika Cinta Harus Belajar Ikhlas
-
Kisah Diana 30 Jam Terjebak Timbunan Bangunan Pasca Gempa Bumi Besar Kolombia
-
Sambut HUT PPAD dan RI, 131 Purnawirawan TNI AD Ikuti Turnamen Golf Bareng di Cilangkap
-
Drama Remaja Berubah Arah, Sterling Point Tahu Caranya Jadi Lebih Menarik
-
Harga Pangan 12 Agustus: Beras hingga Minyak Goreng Naik, Cabai Rawit Hijau Anjlok
-
Font Buku Terlalu Kecil, Buku Ajar Dirombak: Gaji Guru Kapan Menyusul?
-
30 Ucapan Hari Pramuka dari Kakak Pembina ke Siswa Penuh Motivasi, Singkat tapi Berkesan
-
10 Tahun Hiidup Bersama Cristiano Ronaldo Resmi Nikahi Georgina Rodrguez
-
5 Rice Cooker Kecil yang Bagus dan Tahan Lama, Harga Mulai Rp200 Ribuan
-
Sakit Hati Sering Diolok-olok, Pegawai Bakar Ruang Rapat Diskominfo Kukar