News / Metropolitan
Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:52 WIB
Kebakaran Hebat di Pondok Kelapa. (Dok. BPBD DKI dan Sudin Perhubungan Jaktim)
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda permukiman dan usaha di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Rabu dini hari.
  • Peristiwa tersebut berdampak pada 38 jiwa serta menghanguskan berbagai bangunan dan sejumlah kendaraan bermotor.
  • Petugas gabungan mengerahkan 24 unit pemadam dan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan.

Suara.com - Kebakaran besar melanda kawasan permukiman dan usaha di Jalan Lampiri Raya No. 28, RT 02 dan RT 04/RW 012, Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Rabu (12/8/2026) dini hari.

Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 00.25 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pemadaman hingga pendinginan yang baru dimulai pada pukul 08.00 WIB.

Peristiwa tersebut berdampak pada 10 kepala keluarga (KK) atau 38 jiwa. Sejumlah bangunan dan kendaraan turut terdampak, mulai dari pabrik bingkai, gudang tenda, kios potong ayam, satu unit rumah, hingga sembilan unit kontrakan.

Selain itu, api juga berdampak pada satu mobil pikap, dua mobil boks, dan dua unit minibus Grandmax.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan penanganan kebakaran melibatkan personel dari berbagai instansi.

"Kami telah mengerahkan 24 unit Disgulkarmat bersama personel TRC BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, PSKB/Tagana Dinsos, Polsek, dan Koramil setempat untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi," ujar Marulitua dalam keterangannya yang diterima Suara.com, Rabu.

Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti kebakaran. Jumlah kerugian material yang dialami korban juga masih dalam pendataan.

"Penyebab kebakaran serta estimasi kerugian material masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan," lanjut Marulitua.

Lalu Lintas Direkayasa

Baca Juga: 10 Hari Bromo Membara, BNPB Ungkap 3 Biang Kerok Api Sulit Jinak: Medan Curam 80 Derajat

Penanganan kebakaran turut berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur kemudian menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak mengatakan pihaknya menerapkan contraflow di Jalan Laksamana Malahayati.

"Arus lalu lintas dari arah Timur menuju Barat yang biasanya melalui sisi selatan, kami alihkan ke sisi utara jalan tersebut," ujar Harlem.

Selain itu, sisi utara jalan yang sebelumnya hanya diberlakukan satu arah turut disesuaikan agar arus kendaraan dari kedua sisi tetap dapat terlayani.

Harlem mengatakan personel Dishub Jakarta Timur terus bersiaga di lokasi untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan selama proses penanganan kebakaran.

"Personel kami proaktif melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan, termasuk memastikan kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan di lokasi," tutupnya.

Load More