News / Nasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 13:33 WIB
Pakar Kesehatan Masyarakat sekaligus Menteri Kesehatan di Kabinet Bayangan, Irma Hidayana. (Tangkap layar/ podcast Novel Baswedan).
Baca 10 detik
  • Seorang pasien BPJS bernama Yurizal meninggal dunia setelah menunggu delapan jam akibat dugaan penelantaran medis.
  • Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hidayana mengecam keras diskriminasi layanan kesehatan berdasarkan kelas kepesertaan BPJS.
  • Irma menyatakan tragedi tersebut mencerminkan sistem kesehatan nasional yang rapuh dan memerlukan perombakan total segera.

Pemerintah diminta untuk menjamin kualitas, kecukupan jumlah nakes, hingga lingkungan kerja yang manusiawi guna mencegah kelelahan (burnout) yang berujung pada buruknya layanan.

"Kita harus melihat nakes kita itu seperti apa sih, bagaimana perlindungannya, bagaimana sistem nakes kita yang menjamin nakes itu berkualitas," tuturnya.

Bagi Irma, fenomena pasien yang meninggal saat menunggu lama serta adanya praktik perundungan adalah bukti nyata bahwa ada kesalahan sistemik yang harus segera dibenahi total.

"Itu mencerminkan bahwa sistem kesehatan kita amburadul, berpihaknya kepada siapa sih, kepada pasien tidak kepada nakes pun juga tidak," ungkap Irma kecewa.

Reporter : Agustin Dwi Anggraini

Load More