Pakar Kesehatan Masyarakat sekaligus Menteri Kesehatan di Kabinet Bayangan, Irma Hidayana. (Tangkap layar/ podcast Novel Baswedan).
Baca 10 detik
- Seorang pasien BPJS bernama Yurizal meninggal dunia setelah menunggu delapan jam akibat dugaan penelantaran medis.
- Menteri Kesehatan Kabinet Bayangan Irma Hidayana mengecam keras diskriminasi layanan kesehatan berdasarkan kelas kepesertaan BPJS.
- Irma menyatakan tragedi tersebut mencerminkan sistem kesehatan nasional yang rapuh dan memerlukan perombakan total segera.
Pemerintah diminta untuk menjamin kualitas, kecukupan jumlah nakes, hingga lingkungan kerja yang manusiawi guna mencegah kelelahan (burnout) yang berujung pada buruknya layanan.
"Kita harus melihat nakes kita itu seperti apa sih, bagaimana perlindungannya, bagaimana sistem nakes kita yang menjamin nakes itu berkualitas," tuturnya.
Bagi Irma, fenomena pasien yang meninggal saat menunggu lama serta adanya praktik perundungan adalah bukti nyata bahwa ada kesalahan sistemik yang harus segera dibenahi total.
"Itu mencerminkan bahwa sistem kesehatan kita amburadul, berpihaknya kepada siapa sih, kepada pasien tidak kepada nakes pun juga tidak," ungkap Irma kecewa.
Reporter : Agustin Dwi Anggraini
Komentar
Berita Terkait
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Ketika Oposisi Mati, Akademisi Turun Gunung: Lahirkan Kabinet Bayangan Demi Selamatkan Demokrasi
-
BPJS Kesehatan Resmikan Taman Budaya Gotong Royong di Sabang, Wujud Kolaborasi dari 0 KM Indonesia
-
Bukan Sekadar Salah Ketik, Komentar Nirempati Nakes Dinilai Cerminan Krisis Literasi Media
-
KKI Sebut Hinaan Nakes ke Pasien di Medsos Belum Tentu Bullying
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah
-
4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
-
Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya
-
Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija
-
4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!
-
Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?
-
Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?
-
Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya
-
Mau Debut Marathon Internasional? Program Ini Siap Dampingi Pelari Indonesia dari Nol Sampai Finish!