- Polda Metro Jaya menunggu hasil laboratorium di Banyumas untuk mengungkap penyebab kematian Sutrimo secara ilmiah.
- Tim dokter forensik belum menemukan adanya tanda kekerasan benda tumpul atau tajam pada jenazah Sutrimo.
- Kepolisian dan PDFMI masih menunggu hasil pemeriksaan sampel jaringan untuk memastikan penyebab kematian korban secara akurat.
Suara.com - Polda Metro Jaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengungkap penyebab kematian S alias Sutrimo yang jenazahnya telah menjalani ekshumasi dan autopsi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidikan kasus tersebut dilakukan dengan mengedepankan metode scientific crime investigation serta tidak mendahului kesimpulan tim dokter forensik.
"Seluruh hasil pemeriksaan akan dianalisis secara menyeluruh untuk membantu penyidik membuat terang perkara ini," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Menurut Budi, kepolisian menghormati proses pemeriksaan ilmiah yang saat ini masih berjalan. Ditreskrimum Polda Metro Jaya juga memastikan setiap langkah penyidikan didasarkan pada fakta dan bukti medis yang sah.
Ia mengatakan kepolisian memahami harapan keluarga Sutrimo untuk memperoleh kepastian hukum sekaligus mengetahui penyebab kematian almarhum.
"Setiap perkembangan yang telah terverifikasi akan disampaikan secara proporsional dengan tetap menghormati proses penyidikan," ujarnya.
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan
Tim dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) telah menyelesaikan proses ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah Sutrimo.
Ketua Tim Dokter Forensik Prof. Dr. dr. H. Ahmad Yudianto mengatakan pemeriksaan terhadap bagian luar dan dalam tubuh jenazah laki-laki berusia sekitar 40 tahun tersebut belum menemukan tanda kekerasan akibat benda tumpul maupun benda tajam.
Meski demikian, hasil pemeriksaan tersebut belum dapat menjadi dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian.
Baca Juga: Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset
"Proses finalisasi masih berlangsung. Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium berupa histopatologi, toksikologi, dan DNA untuk menentukan penyebab kematian secara lebih lengkap," tutur Ahmad.
Sampel organ dan jaringan dari jenazah telah diambil untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Hasil dari pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi bagian dari alat bukti dalam proses penyidikan.
PDFMI juga menerjunkan tim lintas disiplin untuk memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.
Ketua PDFMI Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti mengatakan pemeriksaan melibatkan sejumlah ahli, mulai dari dokter spesialis forensik dan medikolegal hingga ahli laboratorium forensik.
"Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi. Kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium," kata Hastry dalam keterangannya, Rabu.
Dengan demikian, penyebab pasti kematian Sutrimo masih menunggu hasil analisis laboratorium sebelum kepolisian menarik kesimpulan lebih lanjut.
Berita Terkait
-
Kasus TPPU Eks Jampidsus, Kejagung Periksa Pengacara dan Pihak Swasta Terkait Aset
-
Jasad Sutrimo Nihil Luka, Tim Forensik Tak Temukan Bekas Pukulan Benda Tumpul
-
Makam Sutrimo Dibongkar, Polisi Dalami Kematian Eks Karumga Febrie Adriansyah
-
Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun
-
Don Ritto dan Nurman Herin Diperiksa Kejagung Buntut Dugaan TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri
-
Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen
-
Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
-
Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota
-
Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik
-
Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat
-
Bus Koridor 13 Mogok di Ciledug, Penumpang Turun Jalan Kaki
-
Tiga Pria NTT Ditangkap Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup, Alasannya Bikin Elus Dada
-
Bukan Tambang, Ini Sektor yang Diam-Diam Dorong Ekonomi Sumsel 5,20 Persen