News / Internasional
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan minatnya maju pada Pilpres 2028 dalam sebuah acara pada Selasa.
  • Konstitusi Amerika Serikat membatasi masa jabatan presiden maksimal dua periode sehingga menghalangi pencalonan tersebut.
  • Trump kini mempertimbangkan beberapa tokoh Partai Republik sebagai potensi penerus kepemimpinannya pada masa depan.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuka kemungkinan untuk mencalonkan diri dalam Pilpres AS 2028.

Trump mengaku sangat ingin maju untuk periode ketiga, tetapi menyadari konstitusi negaranya membatasi masa jabatan presiden hanya dua periode.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Selasa (11/8), setelah ia mengklaim banyak pendukungnya meminta dirinya kembali maju pada pemilu mendatang.

“Saya sangat ingin mencalonkan diri, tetapi UU sangat tegas,” kata Trump.

Trump juga mengungkapkan bahwa seruan agar dirinya maju pada 2028 terdengar dalam sebuah acara yang dihadirinya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah hasil pemeriksaan kesehatan terbarunya belum juga dipublikasikan kepada publik.[Istimewa]

Trump saat ini sedang menjalani masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS.

Berdasarkan Amendemen ke-22 Konstitusi Amerika Serikat, seseorang pada prinsipnya tidak dapat dipilih sebagai presiden lebih dari dua kali.

Di tengah spekulasi mengenai Pilpres AS 2028, perhatian juga mulai mengarah kepada sosok yang berpotensi menjadi penerus Trump di Partai Republik.

Wakil Presiden AS J.D. Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio disebut menjadi dua nama yang mendapat perhatian Trump.

Baca Juga: Rupiah Kembali Melemah, Investor Tunggu Inflasi AS dan Pengumuman MSCI

Namun, dukungan Trump terhadap Rubio dilaporkan mulai mereda.

Selain Vance dan Rubio, sejumlah nama lain juga pernah muncul dalam radar Trump sebagai calon pemimpin Partai Republik.

Mereka antara lain Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan mantan Menteri Dalam Negeri Kristi Noem.

Load More