News / Internasional
Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:02 WIB
Presiden AS, Donald Trump. [IG/@realdonaldtrump]
Baca 10 detik
  • Donald Trump dievakuasi secara rahasia dari Turki menggunakan pesawat militer kecil akibat ancaman Iran.

  • Tim keamanan mengelabuhi publik dan wartawan dengan memindahkan Trump memakai truk katering bandara.

  • Gedung Putih mengonfirmasi penggunaan protokol pengamanan maksimal demi melindungi keselamatan Presiden Amerika Serikat.

Suara.com - Intelijen Amerika Serikat terpaksa melarikan Presiden Donald Trump secara rahasia dari Turki akibat ancaman pembunuhan dari Iran. Penyamaran tingkat tinggi ini sengaja mengecoh wartawan serta publik demi menjamin keselamatan kepala negara.

Pengawalan ketat tersebut memanfaatkan truk katering bandara untuk memindahkan Trump dari pesawat utama ke jet militer yang lebih kecil. Langkah taktis ini langsung mengecoh pantauan kamera media yang mengira sang presiden berada di Air Force One.

Skenario evakuasi darurat ini membuktikan tingginya intensitas bahaya yang mengintai pimpinan tertinggi Amerika Serikat di luar negeri. Otoritas intelijen bahkan merahasiakan pergerakan ini dari sebagian staf Gedung Putih.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

Operasi senyap tersebut berlangsung persis seusai jet tempur Amerika Serikat menggempur sasaran di wilayah Iran. Ketegangan militer kedua negara memuncak setelah perundingan diplomatik di Washington mengalami jalan buntu.

Penyelamatan darurat ini terjadi saat Trump menghadiri pertemuan para pemimpin dunia di Ankara pertengahan Juli lalu. Informasi intelijen mengonfirmasi adanya potensi serangan susulan dari militer lawan yang menyasar rombongan presiden.

Bagaimana Gedung Putih Menjelaskan Penyamaran Tersebut?

Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menegaskan armada udara kepresidenan telah “dilengkapi dengan protokol keamanan tingkat tinggi” guna mengantisipasi segala skenario terburuk.

Pihaknya memastikan seluruh prosedur perlindungan dijalankan sesuai dengan standar keselamatan tertinggi bagi pejabat negara. Sistem pengamanan ekstra langsung diterapkan begitu sinyal bahaya terdeteksi oleh radar intelijen.

Cheung menambahkan bahwa langkah ekstrem ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan penuh terhadap pergerakan aktor asing. “Seperti yang baru-baru ini disampaikan presiden, ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya, dan kami menggunakan setiap sarana yang tersedia untuk menghadapi ancaman tersebut,” tegasnya.

Baca Juga: Ternyata Ini di Balik Benjamin Netanyahu Tolak 15 Poin Perdamaian Gaza dari Donald Trump

Pernyataan resmi tersebut mengonfirmasi keberadaan ancaman nyata yang mengintai keselamatan pimpinan Amerika Serikat selama kunjungan kerja. Pengamanan berlapis terus diperketat di setiap lawatan luar negeri.

Langkah taktis ini menjadi bukti nyata tingginya risiko keamanan yang dihadapi rombongan kepresidenan. Protokol perlindungan ketat akan terus diperbarui mengantisipasi ancaman serupa.

Apa Latar Belakang Terjadinya Evakuasi Rahasia Ini?

Ancaman terhadap keselamatan Donald Trump meningkat tajam seiring memanasnya hubungan bilateral antara Washington dan Teheran. Eskalasi militer di Timur Tengah mendorong agensi keamanan AS meningkatkan status kewaspadaan ke tingkat tertinggi.

Kehadiran Trump pada KTT NATO di Ankara pada 7–8 Juli menjadi titik krusial kewaspadaan tim pengaman presiden. Penyelidikan intelijen menemukan adanya rencana pergerakan musuh yang mengincar jet kepresidenan.

Insiden penyamaran menggunakan truk katering ini menambah deretan panjang ketegangan keamanan internasional yang melibatkan pemimpin AS. Publik kini menyoroti efektivitas taktik perlindungan udara kepresidenan dalam meredam ancaman global.

Load More