News / Metropolitan
Kamis, 13 Agustus 2026 | 10:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Suara.com/Adiyoga)
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Pramono Anung merespons penghadangan jurnalis televisi di TPS ilegal Cilincing pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Pramono berjanji mengerahkan Satpol PP dan aparat penegak hukum untuk mendampingi jurnalis meliput kembali ke lokasi.
  • Pramono menegaskan tidak akan mundur dalam membenahi persoalan sampah di Jakarta meski menghadapi berbagai kritik.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait insiden penghadangan terhadap sejumlah jurnalis di area Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal Cilincing, Jakarta Utara.

Sebelumnya, insiden itu terjadi pada Selasa, 11 Agustus 2026 siang, saat sejumlah jurnalis dari media televisi swasta nasional, termasuk Kompas TV, Beritasatu (BTV), dan TV One, tengah meliput aktivitas pembuangan sampah liar di lokasi tersebut.

Tim jurnalis sempat dihalangi oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai penjaga wilayah saat berupaya mengambil gambar gunungan sampah.

Penghadangan bahkan sempat memicu perdebatan panas, lantaran oknum mempertanyakan izin dan etika peliputan para jurnalis.

Merespons hal itu, Pramono menyatakan kesiapannya membantu jurnalis yang hendak kembali meliput ke lokasi tersebut.

"Dengan senang hati," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Pramono menegaskan pihaknya akan mengerahkan pendampingan dari aparat apabila jurnalis kembali hendak meliput ke area TPS ilegal Cilincing.

"Nanti kalau memang mau ke sana perlu didampingin sama Satpol PP atau aparat penegak hukum, kami akan lakukan pendampingan," lanjut dia.

Selain itu, Pramono juga menyinggung kompleksitas persoalan sampah di Jakarta yang menurutnya tidak dapat diselesaikan secara instan.

Baca Juga: Jurnalis Ini Diciduk Polisi Gegara Laporan Rumor Transfer Pemain, Kok Bisa?

"Untuk menangani persoalan sampah ini nggak bisa bimsalabim. Orang sudah banyak yang mendapatkan kenikmatan dari itu," kata sang politisi senior.

Di akhir pernyataannya, Pramono menegaskan tidak akan mundur meski kebijakannya berpotensi menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk soal upaya penanganan sampah di Jakarta.

"Pasti nanti banyak juga yang kemudian menyerang saya sebagai Gubernur, tapi saya nggak akan mundur. Untuk apa? Untuk pembenahan sampah di Jakarta. Dan ini untuk kebaikan kita bersama," tandas eks Sekretaris Kabinet itu. 

Load More